Erupsi Gunung Rinjani

Bandara Bali dan Lombok Ditutup, Otoritas Minta Maaf

Berdasarkan pantauan citra satelit dan VAAC (Volcanic Ash Advisory Council) sampai hari ini penerbangan di Lombok belum aman

Editor: Sanusi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah petugas sedang menutup bagian mesin pesawat agar tidak terkena debu vulkanik di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (4/11/2015). Bandara Ngurah Rai membatalkan semua jadwal penerbangan baik domestik maupun internasional akibat erupsi Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tribun Bali/Rizal Fanany 

TRIBUNNEWS.COM, MATARAM - Otoritas Bandara Wilayah IV Bali, NTB, NTT meminta maaf kepada masyarakat atau para calon penumpang menyusul ditutupnya operasional Bandara Internasional Lombok akibat abu vulkanik Gunung Barujari.

Bandara Internasional Lombok di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB kembali ditutup hari ini hingga besok, Rabu (11/11). Bandara ini telah ditutup sejak keluarnya Notice to Airman (notam) Rabu pekan lalu (4/11).

"Kami meminta maaf kepada masyarakat atau calon penumpang, karena adanya gangguan alam ini sehingga berakibat pada penutupan operasional Bandara Internasional Lombok (BIL)," kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali, NTB, dan NTT Yuspriandi Kona di Mataram, Selasa (10/11).

Menurut dia, otoritas bandara sudah melakukan upaya mitigasi semaksimal mungkin. Termasuk pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Namun, semua itu juga tergantung dengan kondisi alam.

"Kita harus bersabar, karena aspek keselamatan harus menjadi nomor satu untuk penerbangan," ujarnya.

General Manager PT AP I BIL Pujiono mengatakan, perpanjangan penutupan operasional bandara itu karena abu vulkanis Gunung Barujari masih mengarah ke selatan atau kawasan bandara.

"Berdasarkan pantauan citra satelit dan VAAC (Volcanic Ash Advisory Council) sampai hari ini penerbangan di Lombok belum aman, sehingga harus ditutup sampai Rabu pukul 08.45 Wita," kata Pujiono.

Menurut dia, meski abu vulkanis Gunung Barujari terlihat tipis, namun demi keselamatan penerbangan aktivitas bandara belum bisa dibuka, karena dianggap masih sangat membahayakan.

"Memang dari rekaman aktivitas gunung cenderung rendah. Tetapi berdasarkan evaluasi dari otoritas bandara, BMKG, Kemenhub, VAAC dan semua yang terkait, penerbangan belum bisa dilakukan," jelasnya.

Ia menuturkan, sebelum menutup atau membuka operasional bandara, aktivitas abu vulkanis Gunung Barujari secara berkala harus dipantau minimal dalam kurun waktu 3 jam dan 6 jam.

Karena itu, menyusul belum redanya erupsi Gunung Barujari, pihaknya tidak bisa memprediksi sampai kapan penutupan BIL dilakukan, meski untuk sementara diumumkan ditutup hingga Rabu.

"Yang jelas kita belum bisa memastikan kapan bandara ini akan dibuka. Semua tergantung aktivitas Gunung Barujari. Bahkan, kemungkinan bandara akan tutup lama bisa terjadi," katanya.

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved