Dinilai Hanya Pencitraan, HMI Kota Bogor Minta Bima Arya Lepaskan Jabatan
Kemacetan, pendidikan, kesehatan, terutama solusi pembebasan lahan sebegai tempat relokasi pedagang saja sekarang jadi masalah
Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWS, BOGOR - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Kota Bogor meminta Wali Kota Bogor Bima Arya turun dari jabatannya.
Mereka menyebut apa yang dilakukan Bima Arya hanya melakukan pencintraan selama menjabat Wali kota dan banyak persoalan yang tidak dapat diselesaikan.
Awalnya orasi dilakukan di depan pintu masuk Balaikota, lalu ke halaman Balaikota Bogor, Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (11/11/2015).
"Ini soal revolusi kawan-kawan. Kami membawa rapot merah buat Bima Arya," teriak pendemo dalam orasinya.
Ketua HMI MPO Kota Bogor, Asep Kurnia, mengatakan Kota Bogor jadi tidak terurus, semua kebijakan berimplikasi pada problem baru.
"Kemacetan, pendidikan, kesehatan, terutama solusi pembebasan lahan sebegai tempat relokasi pedagang saja sekarang jadi masalah kan," katanya.
Selain itu, Asep juga mempersoalkan pernyataan Bima Arya soal upeti yang diberikan pada aktivis dan wartawan di sebuah pemberitaan nasional.
"Biang Kerok Kota Bogor itu Bima-Usmar, tunjukkan pada kami siapa oknum yang dia bilang," ujarnya.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa digelar dengan melakukan longmarch dari Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, hingga depan Balaikota Bogor, Jalan Ir H Djuanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/demo-turunkan-wali-kota-bogor_20151111_185238.jpg)