Pilkada Serentak

Kuasa Hukum Tiga Mahasiswa Pencuri Alat Peraga Nilai Hakim Tak Bijak Memutus

Pengacara tiga mahasiswa pencuri alat peraga menilai hakim tak bijak memutuskan pidana penjara satu bulan dan denda Rp 100 ribu kepada kliennya.

Kuasa Hukum Tiga Mahasiswa Pencuri Alat Peraga Nilai Hakim Tak Bijak Memutus
Tribun Lampung/Wakos Gautama
Pengacara Hanafi Sampurna menilai hakim tak bijak memutus ketiga kliennya, tiga mahasiswa UNILA yang didakwa bersalah mencuri alat peraga kampanye sehingga divonis penjara satu bulan dan diwajibkan membayar denda Rp 100 ribu. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Pengacara Hanafi Sampurna menilai putusan hakim tak bijak memutus satu bulan penjara dan denda Rp 100 ribu kepada ketiga kliennya, mahasiswa Universitas Lampung yang didakwa mencuri alat peraga kampanye.

"Ini kasusnya sepele mestinya hakim bijak memutuskan," ujar Hanafi kepada wartawan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (11/11/2015).

Baca juga: Berikut Pertimbangan Pengadilan Vonis Mahasiswa Pencuri Alat Peraga

Hukuman ini, kata Hanafi, dapat mengganggu perkuliahan tiga mahasiwa tersebut. Ia heran kasus ini bisa sampai ke meja hijau, padahal masih banyak kasus pidana pemilu lain yang skalanya lebih besar tak sampai diproses hukum.

"Dulu ada penemuan berton-ton gula yang diduga dilakukan salah satu calon tapi kasusnya tidak sampai diproses hukum. Kenapa kasus seperti ini diproses? Ini bukti hukum tajam ke bawah tumpul ke atas," kata Hanafi.

Mengenai langkah hukum lanjutan pascaputusan ini, Hanafi mengatakan masih pikir-pikir. "Saya harus konsultasi dulu dengan pihak keluarga klien saya," ucap dia.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved