Minggu, 12 April 2026

Penipuan Elektronik di Kalbar Tipu Korbannya Rp 177 Jutaan

Ditreskrimsus Polda Kalbar menerima 14 pengaduan penipuan yang berkaitan dengan media elektronik seperti jual beli online hingga penawaran pekerjaan.

Editor: Dewi Agustina
Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Novi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Dua bulan terakhir Ditreskrimsus Polda Kalbar menerima 14 pengaduan penipuan yang berkaitan dengan media elektronik seperti jual beli online hingga penawaran pekerjaan fiktif yang meminta uang tiket dari pelamar.

Total kerugian para korban mencapai Rp 177.849.577.

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Arianto meminta masyarakat untuk waspada dan lebih berhati-hati atas penipuan seperti ini, terlebih mayoritas korban adalah kaum terpelajar.

"Korbannya macam-macam, istilahnya banyak dari kalangan berpendidikan contohnya ada yang PNS, mahasiswa, pegawai BUMN dan lain-lain," kata Arianto kepada Tribun Pontianak (Tribunnews.com Network), Kamis (19/11/2015).

Ada sejumlah bentuk kejahatan yang digunakan pelaku kejahatan ini, Ari mencontohkan pelaku menguasai facebook korban kemudian memanfaatkan untuk menipu teman dari akun facebook tersebut.

Ada juga pelaku yang melakukan penipuan jual beli online, barang yang dipesan oleh konsumen tidak dikirimkan sementara uang untuk transaksi susah ditransfer.

"Juga banyak sms bilang keluarga kecelakaan, hingga ada yang berupa penawaran tunjangan pensiun," tambahnya.

Agar terhindar dari kejahatan seperti ini, kata Ari masyarakat harus waspada dan tidak mudah tergiur. Banyak korban yang tidak berpikir panjang untuk mentransfer uang akibat mudah termakan bujuk rayu.

"Apalagi menawarkan persyaratan mudah," katanya.

Jika mendapat pesan seperti memenangkan undian ataupun keluarga mengalami kecelakaan dan modus lainnya yang menekankan pengiriman uang, Ari mengimbau warga segera konfirmasi langsung ke perusahaan ataupun konfirmasi keluarga terdekat.

Perusahaan pasti memiliki nomor kontak resmi untuk dikonfirmasi di produknya, jadi jangan mudah percaya dengan nomor yang tidak dikenal.

"Kalau ada yang mengarahkan ke ATM atau transaksi sms banking, internet banking dan lainnya, konfirmasi dulu. Jangan disuruh langsung dituruti," katanya.

Intinya kata Ari segala sesuatu yang menawarkan keuntungan besar juga diikuti dengan risiko besar.

"High provit high risk, kalau masih ragu datangi kantor polisi, koordinasikan cari opini kedua, di kantor polisi juga tidak dipungut biaya," ujarnya menegaskan.(nop)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved