Breaking News:

Peserta Kongres HMI Dikabarkan Makan di Warung Tapi Tidak Bayar

Dikabarkan, jika rombongan ini singgah makan siang saat bertolak dari Jakarta ke Pekanbaru.

Editor: Hasanudin Aco
Tribun Pekanbaru / Budi Rahmat
Demo mahasiswa HMI Makassar kerena tidak mendapatkan penginapan layak saat ikut Kongres HMI di Riau, Sabtu (21/11/2015) 

TRIBUNNEWS.COM, RIAU - Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pekanbaru kembali tercoreng. Setelah sebelumnya ada insiden keributan jelang pembukaan kongres, kini kembali beredar kabar jika salah satu rombongan penggembira kongres membuat pusing pemilik warung di Jalan Lintas Timur, Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Riau.

Dikabarkan, jika rombongan ini singgah makan siang saat bertolak dari Jakarta ke Pekanbaru.

Setelah kenyang, massa HMI tidak membayar makanan. Nilainya diperkiran sampai belasan juta rupiah.

Pemilik warung sempat menahan rombongan itu, tapi kader HMI itu mengancam akan mengamuk. Karena melihat jumlah mahasiswa ini banyak, maka pemilik warung membiarkan mereka pergi.

Namun, pemilik warung seperti diberitakan Tribun Timur memiliki rekaman CCTV yang kemudian dioserahkan ke kepolisian.

Saat ini kejadian itu sementara disel;idiki pihak kepolisian setempat.

Hingga saat ini belum ada penjelasan dari pihak panitia terkait kabar ini.

Sindiran JK

Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Kongres HMI di Labersa Hotel Pekanbaru, Minggu 922/11/2015).

Ia menyentil sikap adik-adik kadernya di HMI yang saat ini lebih mendahulukan kemarahan daripada intelektual.

"Jangan mendahulukan kemarahan. Tapi dahulukan akal sehat. Jangan mudah marah," ujarnya kepada ribuan kader HMI di Kongres seperti dikutip dari Tribun Pekanbaru.com. "Kalian hadir di sini, sebagai insan akademisi.

Jadi jangan sebagai pemarah, semuanya harus dengan akal sehat," tambahnya.Wakil Presiden Jusuf Kalla juga membanding-bandingkan pencarian anggaran Kongres HMI di zaman sekarang dengan zaman dirinya masa lalu saat menjadi pengurus HMI.Saat ini kata Wapres pengurus HMI hanya mengandalkan proposal untuk kegiatan Kongres.

"Sekarang kalau ada kongres PB HMI nya buat proposal, untuk anggarannya," ujarnya. Jusuf Kalla menyebutkan dulu anak kader HMI jika melakukan kongres selalu membuat kegiatan ataupun mendatangkan uang dengan usaha sendiri."Dulu kami jual kue kalau buat kegiatan kongres, jadi kami meminta kader harus lebih inisiatif, dan berbudaya," ungkap pria asal Makassar ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved