Nama Calon Wali Kota Magelang Dicatut untuk Bagi-bagi Pulsa
Untuk menyakinkan para korbannya, di akhir SMS tersebut juga tertulis, “Iki tenanan aku wes ngirim ping 15 (Ini betul, saya sudah mengirim 15 kali)
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Warga di Kota Magelang mendapat pesan melalui Short Message Service (SMS) atau pesan singkat yang diduga mencatut nama calon Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito yang sementara unggul versi penghitungan cepat Pilkada Kota Magelang.
Dalam SMS itu, warga diminta untuk melanjutkan pesan singkat ke 15 orang dan akan terisi pulsa Rp100 ribu.
Dari penelusuran Tribun Jogja, pesan singkat itu diterima sejumlah warga di Kota Magelang pada hari Kamis (10/12/2015) sore hingga Jumat (11/12/2015) siang.
Bahkan, warga di wilayah Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang pun mendapat pesan singkat yang bertuliskan “Aslkm.... sms dari keluarga Bp Sigit Widyonindito/Si Winner no 1 bagi-bagi pulsa karena lagi sukuran hari keberanian dan kemenangan sebagai WALIKOTA MAGELANG bekerjasama dg operator, lanjutkan SMS ini ke15 orang maka pulsa terisi 100.000 cpt”.
Untuk menyakinkan para korbannya, di akhir SMS tersebut juga tertulis, “Iki tenanan aku wes ngirim ping 15 ( Ini betul, saya sudah mengirim 15 kali, red)”.
Hanya saja, pengirim pertama pesan singkat berantai itu belum diketahui.
“Saya mendapat SMS pada Kamis sore dan saya sudah meneruskan SMS ini pada delapan orang teman saya. Saya iseng saja karena punya paket gratis SMS. Tetapi, saya dalam hari tidak percaya dengan SMS tersebut,” kata Adiyanto (35), warga Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (11/12).
Hal serupa juga dialami Sulis, warga Windusari, Kabupaten Magelang yang mengirimkan pesan singkat itu ke beberapa temannya.
Hanya saja, dia mengaku tidak mengetahui apakah pesan singkat itu tidak bisa dipercaya atau tidak.
“Saya kirimkan saja, siapa tahu memang dapat Rp 100 ribu,” ujarnya.
Sementara, Hartini mengaku menerima SMS berantai tersebut pada Jumat (11/12/2015) sekitar pukul 14.00 WIB dari salah satu rekannya.
Lantaran penasaran akan kebenaran SMS tersebut, lalu dia mengirim SMS ke sejumlah temannya.
“Tetapi kok tidak kunjung mendapatkan pulsa sebesar Rp100 ribu. Wah saya tertipu,” ujar warga Perum Depkes, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang ini. (ais)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-sms_20151205_043956.jpg)