Minggu, 12 April 2026

Teganya Pria di Sukoharjo Ini, Aniaya Istri Siri Hingga Tewas

Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sebuah rumah reot berukuran 2x4 meter di Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo ditemukan tewas

Editor: Sugiyarto
Warta kota
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO - Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sebuah rumah reot berukuran 2x4 meter di Dukuh Windan, RT 1 RW 7, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan.

Kapolsek Kartasura, AKP Anggono menuturkan wanita bernama Rodiyah Romlah (42) yang telah dikaruniai seorang anak ini dibunuh oleh pasangan nikah sirinya, Wahyudi (43).

"Korban ditemukan di rumah yang biasanya digunakan untuk menyimpan barang rongsokan. Wajahnya lebam dan sejumlah bagian tubuh mengalami luka karena dianiaya. Bahkan hasil pemeriksaan korban sempat diinjak-injak," ujar Anggono, Sabtu (12/12/2015).

Kapolsek menambahkan kejadian pembunuhan terjadi pada hari Jumat (11/12/2015) sore menjelang malam itu, lantaran Rodiyah dibakar api cemburu.

Menurutnya, sikap Rodiyah yang cemburu serta menanyakan perihal perempuan lain membuat suami sirinya yang setiap hari bekerja serabutan tersebut, kesal kepadanya.

Wahyudi lantas memukul Rodiyah yang sudah satu tahun hidup bersamanya tersebut.

"Keduanya cekcok. Saat Wahyudi mau pergi dengan motor, korban diseret. Akhirnya Wahyudi menyerang Rodiyah lagi," sambung Kapolsek.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan, kejadian penganiayaan, seperti pemukulan hingga menginjak korban dilakukan Wahyudi di depan anak Rodiyah yang baru berusia dua tahun.

Usai menganiaya Rodiyah, Wahyudi sempat menggendong korban ke kamar, namun saat digendong Rodiyah terjatuh sehingga kepalanya terbentur di lantai.

Bahkan tersangka mengaku membasuh darah yang keluar dari hidung korban. Namun ternyata, nyawa korban sudah melayang.

"Tersangka sudah kami amankan. Dia dijerat Pasal 351 KUHP dengan hukuman lima tahun penjara. Kami juga memeriksa tiga saksi," tandas Kapolsek.

Saat dikonfirmasi, pihak keluarga yang tengah menunggu jasad korban dari RSUD dr Moewardi Solo, enggan memberikan komentar.

Di sisi sejumlah tetangga yang ditemui di area tempat tinggal korban, mengaku tidak mengetahui cekcok antara Wahyudi dan Rodiyah.

Selama ini, menurut tetangga, Wahyudi bekerja serabutan, sedangkan Rodiyah lebih banyak di rumah.

"Dia tinggal di rumah kecil, numpang. Sudah setahun. Soalnya kawasan itu gudang rongsokan," ujar seorang warga. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved