Seorang Kepala Desa Pingsan Sebelum Dilantik Penjabat Bupati

Pelantikan kepala desa oleh pejabat Bupati Gunungkidul, Budi Antono di Bangsal Sewokoprojo diwarnai insiden pingsannya salah seorang peserta.

Seorang Kepala Desa Pingsan Sebelum Dilantik Penjabat Bupati
Tribun Jogja/Hari Susmayanti
Pejabat Bupati Gunungkidul, Budi Antono memasangkan lencana kepada salah seorang kades saat pelantikan di Bangsal Sewokoprojo, Kamis (17/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Pelantikan kepala desa oleh pejabat Bupati Gunungkidul, Budi Antono di Bangsal Sewokoprojo diwarnai insiden pingsannya salah seorang peserta, Kamis (17/12/2015).

Kades Desa Bejiharjo, Yanto terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit setelah tidak sadarkan diri sebelum proses pelantikan selesai dilaksanakan.

Kejadian pingsannya Kades Bejiharjo tersebut terjadi saat Budi Antono tengah memberikan sambutan. Tiba-tiba, Yanto yang berdiri di bagian tengah rombongan mengeluh pusing. Kemudian dia dipapah menuju kursi.

Karena kondisinya terus melemah, oleh pihak panitia dan keluarga, Yanto dibawa ke gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berada di samping lokasi pelantikan.

Setelah beberapa saat, kondisi Yanto belum membaik dan akhirnya langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulan milik PMI.

Setiba di rumah sakit, Yanto langsung mendapatkan perawatan medis. Selang beberapa saat, kondisinya mulai membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi.

"Hanya kurang tidur saja, kalau sudah tidak nanti kondisi saya akan pulih," ucap Yanto saat ditemui di RS Bethesda Selang, Wonosari.

Sementara itu, proses pelantikan kades yang dilaksanakan di Bangsal Sewokoprojo tidak terganggu insiden pingsannya salah seorang peserta.

Pejabat Bupati Gunungkidul, Budi Antono usai melantik 56 kades meminta kepada pemimpin-pemimpin yang terpilih untuk segera menyesesuaikan diri dengan pekerjaan barunya.

Saat ini, tanggung jawab dan kewenangan kades semakin berat terutama dalam hal pengelolaan dana desa. Untuk itu, para kades harus mulai mengubah pola pikir dengan kondisi yang baru.

"Tugas dan kewenangan kades berubah, untuk itu perlu perubahan pola pikir," kata Budi saat memberikan sambutan.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved