Kereta Ditarik 6 Ekor Kuda Putih akan Memeriahkan Kirab Jumenengan Paku Alam X

Dua keraton di Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menjadi sorotan masyarakat.

Kereta Ditarik 6 Ekor Kuda Putih akan Memeriahkan Kirab Jumenengan Paku Alam X
KOMPAS/BAMBANG SIGAP SUMANTRI
Papan pengumuman mengenai penobatan Paku Alam X tersebar di beberapa jalan strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satunya menempati papan iklan luar ruangan yang berada di Jalan Godean, Kilometer 4. Foto diambil Senin (4/1/2016). 

Tribunnews.com  - Dua keraton di Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menjadi sorotan masyarakat.

Keraton Yogyakarta di bawah Sultan Hamengku Buwono X disorot karena sabda raja yang diungkapkan HB X untuk ketiga kalinya dalam waktu kurang dari setahun. Isinya sebagian besar mengenai suksesi.

Keraton yang lebih kecil, yaitu Kadipaten Pakualaman, kini sedang bersiap untuk melaksanakan jumeneng dalem (penobatan raja) Paku Alam X, Kamis (7/1/2016).

Wijoseno Hariyo Bimo (53), putra sulung almarhum Paku Alam IX yang kini bergelar Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo, akan dinobatkan menjadi Paku Alam X pada 7 Januari 2016.

Paku Alam IX yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 2003 meninggal dunia pada 20 November 2015.

Minggu (3/1) telah dilaksanakan geladi Kirab Ageng Jumeneng Dalem PA X. Sedikitnya 500 orang yang terdiri atas petugas operasional kereta dan panitia pengamanan jalur kirab kompak berjalan beriringan sepanjang 4 kilometer mengawal lima kereta pusaka Kadipaten Pakualaman.

Turut serta di antaranya kerabat Kasultanan Yogyakarta, GBPH Yudaningrat, dan kerabat Kadipaten Pakualaman, KPH Indrokusumo, BPH Hario Danardono, dan KRMT Roy Suryo.

Kelima kereta yang ikut dalam geladi tersebut adalah Kyai Manik Kumolo, Kyai Rejo Pawoko, Kyai Jaladara, Nyai Roro Kumenyar, dan Kyai Brojonolo. Rangkaian kereta ini ditarik total 30 ekor kuda. Khusus kereta Kyai Manik Kumolo ditarik enam ekor kuda warna putih.

Kereta Kyai Manik Brojo tidak diikutsertakan lantaran ada kendala dalam pemasangan besi pengait. Adapun kereta Jaladara merupakan kereta baru yang rampung diproduksi Desember 2015 di bengkel Balai Latihan Pendidikan Teknik BLPT DIY. Kereta ini nantinya dipergunakan sebagai kereta dinas Adipati Arya Paku Alam.

Masyarakat yang memadati rute jalan yang dilalui kirab dan para pengguna jalan tampak antusias menyaksikan rangkaian kereta pusaka. Hal itu dapat dimaklumi lantaran kereta-kereta pusaka ini praktis hanya keluar saat hajat dalem yang sangat khusus, seperti acara jumeng dalem kali ini.

Halaman
12
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved