Sabtu, 11 April 2026

Warga Girimekar Permai Tetap Waswas, Meski Aliran Sungai Lancar

Tiga rumah di Girimekar Permai Blok A RT 2/21, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah rata dengan tanah.

Editor: Y Gustaman
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Tiga rumah bernomor 49, 50, dan 51 di Komplek Girimekar Permai blok A RT 1/21, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, rata dengan tanah, Senin (4/1/2016). Ketiga rumah itu ambruk setelah tanah pondasi bagian bawah tergerus air sungai yang ada di belakang bangunan. Rumah itu rubuh Minggu (3/1/2016) sekitar pukul 18.30 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Tiga rumah di Girimekar Permai Blok A RT 2/21, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah rata dengan tanah.

Ketiga rumah milik Ruly Setiawan (35), Kusmana (33), dan Thaifur Hadi (44), yang rubuh akibat pondasinya tergerus air sungai sengaja diratakan untuk memperlancar aliran yang tertutup reruntuhan bangunan.

"Sudah tadi malam selesai diratakan pakai alat berat, air sudah bisa mengalir lagi dan sudah dirapikan," ujar Ketua RT 2, Hadiat (45), kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Selasa (5/1/2016).

Kendati begitu, warga tetap was-was karena masih ada rumah berpotensi terkena dampak gerusan air, di antaranya milik Hadi dan Anas yang posisinya berada di sebelah barat sungai atau seberang tiga rumah yang rubuh.

"Kami masih khawatir karena sekarang hujan di sebelah itu daerah yang lebih tinggi. Posisi tanahnya belakang rumah Pak Anas juga sudah turun. Sedangkan pondasi tanah di bawah rumah Pa Hadi terus tergerus air," ujar Hadiat.

Hadiat mengatakan, warga dan camat menetapkan status tanggap darurat sampai tiga hari ke depan atau sampai pengembang kompleks melakukan perbaikan. Warga dan pengembang akan segera melakukan pertemuan untuk membahas soal sungai dan rubuhnya tiga rumah.

"Tiga hari ke depan kami minta pengembang normalisasi saluran dulu. Setelah itu kami akan duduk bersama merumuskan apa saja yang dilakukan pengembang terutama kepada warga yang rumahnya rubuh," ujar Hadiat.

Penghuni tiga rumah yang rubuh telah mengungsi ke tempat lebih aman. Penghuni lima rumah yang berdekatan dengan tiga rumah turut mengungsi. Sejumlah perabotan telah dipindahkan Senin (4/1/2016).

"Kalau Pak Thaifur tidak tinggal di Kota Bandung. Sedangkan Pak Ruly dan Bu Cucu, penyewa rumah Kusmana tinggal di rumah warga di Komplek Girimekar," ujar Hadiat.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved