Irfan Simpan Sabu di Anus, Gerak-geriknya Sudah Dicurigai saat Pemeriksaan di Bandara
M Irfan yang merupakan warga Aceh ini baru saja mendarat di Bandara SSK II menggunakan pesawat Air Asie K439 dari Kuala Lumpur-Malaysia.
Penulis:
Budi Rahmat
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Gerak gerik mencurigakan dari seorang penumpang yang diketahui bernama Muhammad Irfan menjadi petunjuk penangkapannya.
Petugas dari Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Pekanbaru mengungkap upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 236 gram di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Selasa (9/2/2016).
M Irfan yang merupakan warga Aceh ini baru saja mendarat di Bandara SSK II menggunakan pesawat Air Asie K439 dari Kuala Lumpur-Malaysia.
"Berdasarkan profiling terhadap gerak-gerik penumpang yang mencurigakan diduga terdapat barang yang disembunyikan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan badan (body checking). Saat itu ditemukan satu kapsul methamphetamine (sabu-sabu) yang disembunyikan di selangkangannya," terang Kepala KPPBC Pekanbaru Elfis Haris, Rabu (10/2/2016).
Dari temuan tersebut M Irfan kemudian dibawa ke kantor KPPBC Pekanbaru Jalan Sudirman Ujung.
Disana Irfan kembali mengeluarkan satu kapsul dari anusnya.
"Dari pemeriksaan menggunakan Narcotest dipastikan termasuk narkotika golongan I jenis methamphetamine (sabu-sabu) ujar Elfis.
Petugas Bea Cukai Pekanbaru bersama dengan keamanan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dari seorang lelaki warga Aceh, Selasa (9/2/2016) malam.
Lelaki tersebut kedapatan membawa barang ilegal tersebut yang disembunyikan di dalam anus.
Dua paket sabu-sabu seberat 236 gram berhasil dikeluarkan dari anus kemudian diamankan pihak Bea Cukai.