Breaking News:

Mustofa Syiarkan Dirinya Wakil Nabi ke Majelis Ulama Indonesia

Begitu terang-terangannya Mustofa menyiarkan dirinya sebagai wakil Nabi Muhammad SAW berdasarkan bisikan gaib yang ia dengar pada 1982 silam.

Tribun Lampung/Wakos Gautama
Mustofa (51), pria yang mengaku wakil Nabi Muhammad SAW diamankan di Polsek Telukbetung Selatan, Rabu (10/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Wakos Gautama

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Begitu terang-terangannya Mustofa menyiarkan dirinya sebagai wakil Nabi Muhammad SAW berdasarkan bisikan gaib yang ia dengar pada 1982 silam.

Asal tahu saja, ia mendapat bisikan gaib saat tinggal di gunung. Saat itu ia tak terlalu mempercayai bisikan gaib tersebut karena kondisinya stres.

Rabu (10/2/2016) pagi, Mustofa berulang memecahkan kaca ruangan Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal. Ia kesal karena keinginannya menyampaikan peristiwa akbar yang bakal terjedi tak terpenuhi lantaran Dedi tak berada di tempat.

Mustofa tak sekadar ingin bertemu Dedi. Ia juga meminta Dedi memfasilitasinya bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Harapan Mustofa Presiden Jokowi mempercayai kenabiannya di muka bumi. Ia juga mengaku bisa menangani narkoba dan terorisme.

Pada 1992, Mustofa mengaku mimpi bertemu Nabi Muhammad. Di dalam mimpi itu, kata dia, nabi mengajarkan dirinya ngaji.

“Tahun 2003, saya ini merasa benar bisa mempersatukan manusia di dunia ini. Saya jadi ingat kejadian tahun 1982. Dari situlah saya yakin saya wakil nabi,” kata Mustofa di Polsek Telukbetung Selatan, Rabu (10/2/2016).

Mustofa lalu menemui alim ulama setempat, mengonsultasikan mengenai dirinya sebagai wakil nabi. Terang saja alim ulama tidak membenarkan dan tidak pula menyalahkan.

Karena penasaran, Mustofa menemui Majelis Ulama Indonesia setempat. MUI bereaksi keras atas pengakuan Mustofa sebagai pengganti Nabi Muhammad.

“Tapi kata Tuhan, katakan walau pahit sekalipun. Mengingat kata Tuhan ini saya lanjutkan tugas saya (sebagai wakil nabi),” terang Mustofa.

Mustofa mendatangi kantor media massa mengumumkan bahwa dirinya wakil nabi. Sejak berita itu dimuat, pihak kepolisian mendatangi dirinya. Tahun 2011, aparat Polsek Kedondong, Pesawaran, datang memeriksa dirinya.

Pada 2014, ia pernah diperiksa di Polda Lampung. Mustofa mengatakan, dirinya tidak ditahan oleh aparat kepolisian. “Itu berarti saya benar dan saya tidak mengada-ada dan tidak direkayasa,” kata dia.

Penulis: Wakos Reza Gautama
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved