Breaking News:

Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan, Warga Menari Massal di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Kekerasan terhadap perempuan memang masih sangat tinggi angkanya termasuk di DIY.

TRIBUN JOGJA/KHAERUR REZA
Kampanyekan anti kekerasan perempuan, puluhan orang menari bersama di simpang empat Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (14/2/2016) sore. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNNEWS.COM, JOGJA  -  Kampanyekan anti kekerasan perempuan, puluhan orang menari bersama di simpang empat Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (14/2/2016) sore.

Dalam acara bertajuk 2016 One Billion Rising Jogja yang mengangkat tema 'My Body, My Revolution' puluhan anak muda memulai aksinya dari halaman Gedung DPRD DIY Jl Malioboro Yogyakarta dan melakukan perjalanan ke simpang empat Nol Kilometer.

Aksi ini bukan pertama kalinya diadakan di Yogyakarta, sebelumnya aksi serupa sudah rutin dialukan sejak 2013.

Tahun ini acara ini serentak diadakan di 200 negara di dunia.

Di Indonesia, selain Yogyakarta acara serupa juga diadakan di Jakarta, Surabaya, Bandung dan Bali.

Kekerasan terhadap perempuan memang masih sangat tinggi angkanya termasuk di DIY.

Berdasarkan data dari Rifka Annisa di Gunungkidul 16 anak-anak diperkosa, 4 orang mengalami KDRT dan 1 orang mengalami kekerasan seksual sehingga semua pihak harus menaruh perhatian terhadao masalah tersebut.

"Di Indonesia, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan telah mengeluarkan data bahwa setiap 2 jam 3 perempuan menjadi korban kekerasan seksual di Indonesia. Yang berarti ada 35 tiap harinya. Ini adalah yang sangat kuat kenapa OBR Jogja harus bangkit dan beraksi," ujar koordinator aksi, Ignatia Glory. (*)

Penulis: Khaerur Reza
Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved