Pembagian Insentif BPJS tak Adil, Spesialis Rp 40 Juta, Perawat Rp 40 Ribu

Ratusan pegawai dan honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi menggelar aksi unjuk rasa, Sabtu (27/2/2016).

Penulis: Dedi Nurdin
Editor: Dewi Agustina
Tribun Jambi/Dedi Nurdin
Ratusan pegawai dan honorer Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi mogok kerja, Sabtu (27/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Ratusan pegawai dan honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi menggelar aksi unjuk rasa, Sabtu (27/2/2016).

Ratusan pegawai berbaris di depan rumah sakit dan menolak masuk bekerja sebelum adanya pembagian insentif BPJS yang jelas.

Aktivitas ini cukup membuat risih sejumlah keluarga pasien di sekitar rumah sakit yang menyaksikan.

"Giliran bagi hasil nuntut, giliran pasien BPJS masuk dipersulit. Yang sibuk kadang anak magangnya mas," celetuk pria paruh baya yang tengah menunggu keluarga yang dirawat.

Dalam aksi ini para pegawai mempersoalkan pembagian insentif BPJS yang dianggap tak adil.

Dalam karton yang dibawa para pegawai ini mengkritik lewat tulisan, "Pembagian Insentif BPJS tak adil, Spesialis 40 Juta, Perawat 40 Ribu," tulis pendemo di karton.

Setelah beberapa saat berorasi di depan rumah sakit, para pegawai didatangi langsung kepala dinas kesehatan Provinsi Jambi.

Tak berapa lama bernegosiasi, para pegawai akhirnya diajak membahas tuntutan mereka di ruang tertutup.

Selama aksi unjuk rasa berlangsung, sejumlah ruang perawatan tampak dijaga oleh sejumlah pegawai honor dibantu tenaga mahasiswa kesehatan yang sedang magang.

Sumber: Tribun Jambi
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved