Diduga Ingin Gabung ISIS, 4 Warga Singkawang Dicegat di Bandara Soekarno Hatta
Ia heran jika abangnya disebut-disebut akan bergabung dengan ISIS.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Novi Saputra
TRIBUNNEWS. COM, SINGKAWANG - Lima dari 14 nama WNI yang hendak berangkat ke Suriah melalui bandara Soekarno Hatta disebut-sebut berasal dari Singkawang. 14 WNI ini dicegah berangkat ke luar negeri.
Adapun nama-nama warga Singkawang yang dicegah berangkat tersebut antara lain Rosnazizi Khairoman Moksin, Safitri Arfan Umran, Murdifin dan AZR dan AZ, dua nama terakhir masih anak-anak. Rosnazizi dan Safitria dalah suami istri.
Adik kandung dari Rosnazizi, Amron atau Imron (28) mengaku abang serta kakak iparnya ini telah meninggkalkan kota Singkawang sejak dua tahun silam. Kata dia Abangnya ini membuka bengkel di Bekasi. “ Desember kemarin dia sempat ke Singkawang ,” kata Amron Senin (14/3/2016)
Ia mengaku tidak mengetahui kabar pencegahan keberangkatan yang dialami oleh abangnya. Di matanya abangnya memiliki perilaku yang wajar dan tidak macam-macam. Ia heran jika abangnya disebut-disebut akan bergabung dengan ISIS.
“ Seperti biasa, kalau jam Salat ya Salat tidak ada aneh-aneh ,” kata Amron
Amron menuturkan, pada bulan lalu komunikasi ia dan abangnya terakhir dilakukan, bukan terkait agama atau keinginan untuk berperang ke Negara teluk sana tetapi membahas modifikasi sepeda motor, sebab tidak hanya Rosnazizi, Amron juga membuka usaha bengkel di Jl Ratu Sepudak Sungai Bulan Kecamatan Singkawang Utara
“ Biasalah bahas Tune Up sepedamotor, tidak bicara yang aneh-aneh tentang agama ,” katanya.
Amron menuturkan usaha bengkel yang ia lakoni sekarang tidak ada kaitannya dengan usaha bengkel abangnya.
Sejumlah tetangga di Sungai Bulan mengakui jika beberapa tahun silam, usaha bengkel yang kini tempatnya ditempati oleh Amron dulunya adalah bengkel sekalgus kediaman Rosnazizi dan keluarga.
“ Kami tahunya bengkel Rossi, tapi beberapa tahun lalu dia pindah, sempat kosong kemudian adiknya buka bengkel disitu ,” kata Septi
Septi menuturkan, tidak berapa lama sebelum Rosnazizi pindah, ia dan keluarga terlihat jauh lebih mendalami agama, tidak jarang warga yang tidak Salat ia datangi dan tegur. “ Saya kira itu hal yang baik lah, mengingatkan orang ,” katanya seraya mengaku tahu kabar mantan tetangganya ini diamankan di Cengkareng melalui media televisi.
Sementara Kasiwasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang, Jose Rizal menuturkan memang terdapat sejumlah paspor yang diterbitkan atas nama warga yang dicegah keberangkatannya, antara lain dibuat oleh Rosnazizi Khairoman Moksin, Safitri Arfan Umran, Murdifin dan AZR.
"Sedangkan untuk AZ, ketika kita cari datanya di sistem kita tidak ketemu," katanya
Menurut Jose saat itu alasan mereka melakukan pengurusan paspor adalah untuk kepentingan umroh. Mereka melakukan mengurusan paspor pada tanggal 15 Februari 2015.
"Jadi saat sesi wawancara, mereka alasannya untuk umroh sekeluarga," jelasnya.
Dia juga meragukan bahwa AZ dan Murdifin merupakan satu keluarga dengan ketiga orang lainnya. Pasalnya saat pengurusan paspor nama mereka juga tidak berada dalam satu kartu keluarga.
"Jadi nama mereka ini terpisah-pisah. Tidak dalam satu KK, Murdifin ini malah beralamat di Kelurahan Roban sedangkan Rosnazizi ini alamatnya di Sedau
Informasi yang beredar di kalangan wartawan sendiri masih ada satu nama yang ikut dicegah keberangkatannya, nama yang disebut-sebut juga adalah warga Singkawang berinisial YMR, mantan seorang PNS di lingkungan SMKN 1 Singkawang.
YMR warga kelahiran Ngabang ini telah menalak cerai istrinya akibat enggan diajak berangkat ke Suriah. “ Jatuh talak cerai karena kami bertengkar saat dia mengajak ke Suriah ,” kata mantan istrinya yang enggan disebutkan namanya.
Kata mantan istrinya ini, YMR ini awalnya adalah seorang pria yang supel dan hobby balapan. Ia juga pernah dikenalkan dengan Rosnazizi atau dikenal dengan nama panggilan Rossi, pernikahan mereka juga termasuk singkat yakni November 2013 dan berakhir pada Maret 2015.
“ Enam bulan selepas menikah ada perubahan sikap dia , saya juga diminta berhenti untuk dari pekerjaan saya sebagai PNS” kata wanita berparas ayu ini.
Perubahan itu ia rasakan ketika YMR mulai aktif di pengajian dan diskusi yang membahas jihad di salahsatu Masjid yang terdapat diwilayah Kelurahan Kuala. YMR diajak oleh orang-orang bukan asli warga Singkawang. YMR bahkan sangat protektif terhadap urusan sosial, misalnya ia melarang keras istrinya ini untuk sekadar datang ke acara resepsi pernikahan, karena di resepsi ada permainan music yang disebutnya adalah haram.
" Dia juga bilang mau ke Suriah untuk menolong umat muslim disana" ujarnya.
Bahkan menurutnya, saat itu, suaminya juga telah di bai'at melalui perantara yang dilakukan oleh salah seorang ustadz.
"Dia mengakui begitu ke saya. Bacaanya juga merupakan buku-buku mengenai jihad. Dia juga sangat mengagumi Amrozi dan Ba'asyir," ungkapnya.
Kepala Sekolah SMKN 1 Singkawang, Najimi menuturkan sejak YMR bertugas sebagai guru pada 2010 lalu, awalnya tidak ada sesuatu yang aneh. YMR dikenal sebagai guru yang rajin dan familiar dimata siswa.
" Orangnya supel, senang modifikasi motor. Baik orangnya ," kata Najimi kepada Tribunpontianak.co.id Senin (14/3/2016)
Sehari-hari YMR menjadi guru dibidang mata pelajaran Mekatronika atau singkatnya sistem elektronik yang menggerakkan sistem mekanis. " Sering dikenal sebagai mata pelajaran robotik ," kata Najimi
Namun, gelagat YMR mulai berubah usai penyerahan raport siswa semester 1 kemarin yang dilakukan pada Desember. Ia kemudian tidak masuk ke sekolah tiga pekan lamanya.
" Kemudian saya panggil, suruh dia datang ke sekolah ," kata Najimi
Saat bertemu, kata Najimi YMR mulai memperlihatkan gelagat tidak seperti biasanya, YMR menganggap uang gaji yang diterima dari negara adalah haram begitupula dengan hormat kepada bendera merah putih dan lainnya.
" Saya sampaikan, jika menganggap perbuatan kita ini di sekolah adalah haram, bukankah sebaiknya mengundurkan diri saja daripada memakan gaji buta sementara gaji itu dianggap haram juga ," kata Najimi
YMR kemudian dengan bulat mengundurkan diri dari statusnya sebagai guru dan PNS.
Meski begitu kata Najimi persahabatan diantara mereka tetap seperti biasa, bahkan sebelum berangkat ke Pulau Jawa beberapa waktu lalu, YMR juga singgah dan Salat bersama dengannya di Masjid dilingkungan SMKN 1 Singkawang.
" Pembicaraannya juga masih berkutat seperti itu, dan mengajak jihad ke Suriah. Hukum yang berlaku di negara kita bukanlah hukum Islam, saya sampailkan kalau memang itu yang kamu mengerti dan jalan pilihanmu biarlah saya tetap mengajar disini ," kata Najimi sembari menyeruput kopi pancong di depan Kantor Dinas Pendidikan Singkawang.
Kata Najimi, pihaknya usai mendapati perubahan tingkah laku dari YMR juga telah melakukan antisipasi dan pemantauan kepada siswa-siswa. Sebab dikhawatirkan doktrinisasi terjadi.
" Tahu sendirilah STM (SMKN 1) neh mayoritas cowok dan dalam masa muda mereka, tetapi alhamdulillah sejauh pemantauan yang kami lakukan tidak ada penanaman paham ," katanya (nop)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/isis_20160314_230149.jpg)