Breaking News:

Izin Pemegang Senjata Api di Polda Jambi Diperketat

Selain melakukan cek urine, sebanyak 160 anggota pemegang senjata api juga diperiksa izin dan kondisi kelayakan administrasinya.

Penulis: Dedi Nurdin
Editor: Wahid Nurdin
TRIBUN JAMBI/DEDI NURDIN
Jajaran Polda Jambi melakukan cek kelayakan pemegang izin senjata api bagi anggotanya, Senin (14/3/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Pascakasus anggota brimob tembak istri di kepala yang terjadi di bekasi beberapa waktu lalu, jajaran Polda Jambi melakukan cek kelayakan pemegang izin senjata api bagi anggotanya, Senin (14/3/2016).

Selain melakukan cek urine, sebanyak 160 anggota pemegang senjata api juga diperiksa izin dan kondisi kelayakan administrasinya.

Disampaikan Kompol Wirmanto, kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Jambi, 160 Senpi secara bergantian diperiksa oleh Bid Porpam Polda Jambi.

Satu peraatu senpi berjenis Revolver milik personel ini diperiksa disela proses tes urine berlangsung. 

Seperti pada bagian senjata api tersebut, termasuk peluru dan kondisi perawatan juga dicek oleh personel propam Polda Jambi.

Termasuk izin dan administrasi lainnya juga diperiksa.

"Ini juga pemeriksaan terhadap perawatan dan masa berlaku izin pemakainya. Mana tahu senjata api milik anggota sudah lewat batas masa izinnya, lalu suatu saat terjadi insiden malah digunakan oleh anggota. Itu kan menyalahkan aturan," ungkap Kompol Wirmanto, Senin (14/3/2016).

Ditambahkan Wirmanto, setiap tahun setiap persobel baik brigadir hingga perwira harus memperpanjang izin untuk pembawaan Senjata.

"Tidak hanya itu, anggotapun juga harus dites psikologinya secara prosedur apakah dia layak dan mrmenuhi syarat untuk memiliki senjata. Kalau layak maka  rekomendasi izin untuk memperpanjang senjata akan dipenuhi," jelasnya.

Terpisak Kabid Humas Polda Jambi dikonfirmasi via telpon Senin malam mengatakan, pihaknya akan memperketat penggunaaan senjata bagi personel.

Langkah ini juga sebagai antisipasi agar kasus tindak kekerasa dengan mebggunakan senpi oleh oknum kepolisian tidak disalah gunakan.

"Selain senjata, kita juga lakukan psikotes secara berkala, kalau lulus baru dierpanjang izinnya. Kita tidak ingin kejadian seperti di bekasi atau dalan tindak kekerasan apapun terjadi,"kata Kabid Humas, AKBP Kuswahyudi Tresnadi.(*)

Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved