Korban Pelaku Pecah Kaca Jengkel Dipingpong Polisi, Laporannya Dianggap Angin Lalu

Keluarga Bambang menjadi korban spesialis pecah kaca mobil, barang berharga miliknya hilang. Ia melapor ke polisi tapi dipingpong.

Surya/Zainuddin
Bambang Setiawan menunjukkan kaca mobilnya yang dipecah penjahat, Sabtu (19/3/2016). 

Laporan Wartawan Surya, Zainuddin

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Bambang Setiawan (57) bersama anaknya, Endro Wijaya (25) datang ke Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (19/3/2016) siang.

Mereka berniat melaporkan ulang soal kaca mobilnya yang dipecah orang di Jalan Manyar Kertoadi pada 10 Maret 2016, tapi petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Surabaya menolak permintaan dua orang tersebut.

Alasannya, setelah kejadian, bapak anak ini pernah melapor ke Polsek Mulyorejo. Keduanya terpaksa pulang kembali dari Polrestabes Surabaya tanpa melapor ulang ke Polsek Mulyorejo.

Keluarga Bambang semula melapor ke Polsek Sukolilo yang lebih dekat dari lokasi kejadian. Mereka lalu membuat laporan ke Polsek Mulyorejo di Jalan Manyar Kertoadi sesuai petunjuk anggota Polsek Sukolilo.

Sebagaimana korban kejahatan lainnya, Endro langsung mengemukakan kronologi kejadian yang dialaminya. Beberapa petugas sempat memotret mobil korban. Setelah itu petugas masuk ke ruang dan membiarkan korban di luar ruang.

Tidak lama kemudian petugas datang sambil menyerahkan surat kehilangan kepada korban.

"Saya tidak di-BAP (berita acara pemeriksaan, red). Saya sudah mengatakan bahwa saya korban pencurian, tapi tanggapannya datar," tambah Bambang.

Surat kehilangan itu hanya mencantumkan sebagian barang yang hilang milik korban, yaitu SIM A, SIM C, dan KTP. Padahal pelaku pecah kaca mengambil tas milik korban yang berisi beberapa barang berharga, seperti laptop, giro, dan uang tunai sebesar Rp 4,5 juta.

Endro sakit hati dan tak pernah menghubunginya untuk di-BAP sampai sekarang. "Sekarang saya ke sana (Polsek Mulyorejo, red.) lagi ya percuma," ungkap dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Mulyorejo, Kompol Kuncoro, tak tahu ada laporan korban pecah kaca. "Kapan itu kejadiannya? Sebaiknya korban lapor ulang ke Mapolsek," kata Kuncoro.

Saat peristiwa terjadi Endro baru saja mengantarkan bapaknya, Bambang Setiawan, berobat ke klinik pengobatan alternatif di Jalan Manyar Kertoadi, mengendarai mobil Xenia L 1588 VQ.

Jelang 10 menit sebelum pengobatan selesai, adik Endro yang bernama Angelia sempat ke mobil untuk mengambil ponsel. Saat itu kaca mobil masih utuh dan tertutup, tapi saat pulang, tiga orang ini mengetahui bila kaca samping mobil pecah. Tas yang ditaruh di jok tengah hilang.

Berita Populer
Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved