Breaking News:

Makanan dan Minuman Gratis untuk Jemaah yang Ikuti Haul Guru Sekumpul

Warung gratis ini juga tersedia di Tapin yang diperuntukkan bagi jemaah yang melakukan perjalanan dari wilayah Kalimatan Timur

Banjarmasin Post/Rahmadhani
Lautan umat manusia, mulai terbentuk di Jalan Sekumpul Martapura, Selasa (10/4/2016). 

Laporan Wartawan Banjarmasin Post Rahmadhani

TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Lomba keberkahan dilakukan  sepanjang pelaksaaan haul Guru Sekumpul, Minggu (10/4/2016).

Di tiap-tiap gang di Jalan Sekumpul, warga sukarela menyediakan makanan dan minuman gratis bagi jemaah.

Makanan yang khas, adalah nasi samin dengan lauk karih daging yang sudah jadi makanan rutin sejak pengajian Abah Guru Sekumpul semasa masih hidup.

Tak hanya di Jalan Sekumpul, di tepi-tepi jalan sekitar Kota Martapura, warga mendirikan warung gratis yang diperuntukkan bagi para jemaah haul.

Seperti para warga dan pengurus Langgar Salamussaadah yang mendirikan warung gratis di Jalan A Yani Kilometer 36, Sungai Paring Martapura.

"Kita siapkan sekitar 5000 porsi makanan buat para jemaah. Kalau di sini tidak hanya nasi samin, tapi rawon, sop tulangan dan lainnya juga ada. Semua gratis buat para jemaah," ujar H Husni salah satu pengurus langgar.

Warung seperti ini membantu jemaah yang datang dari luar daerah.

Setelah menempuh perjalanan jauh, seperti dari Kapuas Kalteng bahkan Palangkaraya, mereka memilih istirahat dan makan di warung gratis sebelum masuk dalam area Jalan Sekumpul, pusat acara haul.

Warung gratis kabarnya bahkan juga ada didirikan di tepi Jalan A Yani di kawasan Rantau Kabupaten Tapin untuk melayani jemaah yang dari arah Hulu Sungai bahkan dari Kalimantan Timur.

Lautan umat manusia sendiri mulai terbentuk di Jalan Sekumpul Martapura.

Ya, ribuan umat manusia mulai terlihat memadati Jalan Sekumpul Martapura, menghadirii Haul Guru Sekumpul ke-11.

Padatanya jemaah bahkan sudah mulai terlihat di pintu gerbang masuk Jalan Sekumpul, tepatnya di depan Masjid Pascasila di pinggir Jalan A Yani Kilometer 38.

Acara haul sendiri akan dimulai setelah magrib atau sekitar pukul 18.00.

Sementara itu di bagian dalam, di lokasi inti sekitar Masjid Arraudah (Masjid Sekumpul), terlihat sudah memutih (dari pakaian koko jemaah yang sebagian besar mengenakan baju koko warna putih).

Penulis: Rahmadhani
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved