Ini Kondisi Terakhir 10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Menurut Menhan Ryamizard Ryacudu
Ryamizard menyatakan belasungkawa atas gugurnya 18 pasukan Filipina dalam operasi militer yang mengejar komandan Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu memastikan kondisi 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dalam kondisi sehat hingga saat ini.
Menurutnya, para WNI tersebut tidak berada Pulau Basilan, lokasi pertempuran sembilan jam pasukan Filipina dengan militan Abu Sayyaf.
"Sampai akhir tadi pagi, WNI semua masih dalam keadaan selamat. Banyak pasukan (Filipina. Red) yang gugur itu lokasinya jauh di utara," ujar Ryamizard kepada wartawan di Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD, Jalan Hegarmenah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (11/4/2016).
Ryamizard menyatakan belasungkawa atas gugurnya 18 pasukan Filipina dalam operasi militer yang mengejar komandan Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.
Ia menilai setiap operasi militer pasti akan menimbulkan korban jiwa baik di kubu pemerintah maupun kubu lawan.
"Yang jelas kondisi WNI tidak jauh beda kondisinya dengan lemarin. Meski tidak disebutkan tepatnya yang pasti semua dalam keadaan sehat wal afiat," ujar Ryamizard menegaskan.
Ryamizard pun masih meyakini pemerintah Filipina akan membebaskan 10 WNI dari tangan penyandera tersebut.
Koordinasi antarpemerintah pun rutin dilakukan mengenai upaya pembebasan tersebut.
"Panglima Indonesia koordinasi dengan Panglima Filipina, saya dengan Menhan Filipina, Presiden Indonesia dengan Presiden Filipina. Jadi semua koordinasi dan saya selalu bicara dengan Menhan Filipina," ujar Ryamizard.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ryamizard-ryacudu-nih5_20160329_135043.jpg)