Dokter Khalida Masih Trauma Penyiraman Air Keras

dr Khalida sendiri masih enggan membicarakan kejadian penyiraman air keras yang menimpanya.

ist
Halida 

Laporan Wartawan Banjarmasin Post

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Hingga hari ketiga pascamusibah naas yang menimpa dirinya, Dokter Khalida Fitriyani Ningsih (36) masih dirawat di ruang isolasi ICU RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (14/4/2016) siang.

Menurut keterangan sang kakak, Dede Hidayatullah meski kondisi kesehatannya stabil, namun hingga saat ini adiknya itu masih terbatas dalam hal berkomunikasi.

Pria yang akrab disapa Dayat ini mengatakan, dalam komunikasi yang terbatas itu dr Khalida sendiri masih enggan membicarakan kejadian penyiraman air keras yang menimpanya.

"Kami juga jarang masuk ke ruang isolasi, kecuali dipanggil perawat. Paling kalau manggil, adik minta ambilkan makanan atau yang lain. Tidak ada bicarakan soal kasus penyiraman air kerasnya," ujarnya.

Ditambahkannya, sang adik sendiri seperti masih trauma atas kejadian penyiraman air keras tersebut.

Polisi sendiri ujarnya belum ada memeriksa sang adik yang masih dirawat di ruang isolasi terkait luka bakar 21 persen yang diderita akibat kejadian tersebut.

"Adik tidak ada menyinggung soal kejadian itu. Kami juga tidak berani menyinggung kejadian itu ke adik," katanya.

Seorang dokter spesialis anak RS Mulia dr Khalida Fitriyani Ningsih (36) disiram air keras oleh dua orang tak dikenal, Senin (11/4/2016) malam.

Kejadian ini terjadi di depan rumahnya saat sang dokter baru pulang dari berpraktek di rumah sakit RS Mulia.

Dua orang tak dikenal tiba-tiba menghampiri dr Khalida ketika dia turun dari mobil saat baru sampai rumah.

Dokter spesialis anak yang bekerja di RSUD Pembalah Batung Amuntai ini, langsung disiram air keras oleh dua orang tersebut.

Berita Populer
Penulis: Rahmadhani
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved