Breaking News:

Ketika Becak di Surabaya Mulai Tersisih dan Dilupakan

Sudah 24 tahun Muh menarik becak di Surabaya. Dari kemarin sampai hari ini belum ada penumpang sudi naik becaknya.

Surya/Monica Felicitas
Muh sedang menunggu penumpang yang naik becaknya tak jauh dari Jembatan Merah Plaza Surabaya, Selasa (19/4/2016). 

Laporan Wartawan Surya, Monica Felicitas

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - "Becak bu, Ampel, murah saja bu."

Entah sudah berapa kali Muh (57) menawarkan orang-orang yang lalu lalang di sekitar Jembatan Merah Plaza Surabaya untuk naik becaknya, tapi dijawab mereka dengan gelengan kepala.

Matahari sebentar lagi tergelincir, panasnya tidak terlalu menyengat, tapi Nuh lebih memilih duduk di atas jok becaknya sambil menyeka keringat yang mengucur dari pori-pori kulitnya. Topi yang ia pakai ditanggalkannya.

Sejak matahari masih menghangatkan badan, Muh dan puluhan teman-temannya sudah pasang kuda-kuda siap mengantar penumpang ke tempat tujuan mereka. Tapi jok becak mereka kalah menarik dari ojek pangkalan atau ojek berbasis aplikasi, taksi atau bus.

"Sudah jam lima sore, enggak ada satu pun penumpang yang naik becakku. Sudah dari kemarin sepi begini," Muh berkeluh kepada perempuan penjual rujak di sebelahnya, Selasa (19/4/2016).

Sejak lima tahun lalu, penarik becak sudah semakin tak dilirik oleh pengguna transportasi umum, tersisih oleh bus dan taksi, dan lima tahun kemudian berseliweran pengemudi ojek pangkalan dan ojek berbasis aplikasi yang lebih cepat mengantar penumpang ke tempat tujuan.

Jejak kejayaan Muh sebagai penarik becak berbekas di permukaan kulitnya yang legam. Ia mengenang 24 tahun lalu becak masih primadona penumpang untuk wara-wiri ke sana kemari, selain sepeda pancal dan bus yang masih bisa dihitung oleh jari.

Ayah tiga anak yang semuanya masih sekolah itu memeras keringat dan tenaga dengan mengayuh becak memang tak sebanding dengan uang yang didapat.

Teknologi benar-benar mengalahkan tenaga mereka sekuat apapun itu.

Halaman
12
Penulis: Monica Felicitas
Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved