Mengenang Ibu Tien Soeharto

Masa Muda Ibu Tien yang Enerjik dan Tomboi, Hingga Dijodohkan dengan Soeharto

Ibu Tien lahir di Desa Jaten, Surakarta, Jawa Tengah, pada 23 Agustus 1923.

Masa Muda Ibu Tien yang Enerjik dan Tomboi, Hingga Dijodohkan dengan Soeharto
Istimewa
Presiden Soeharto menerima sungkem dari Ibu Tien Soeharto pada hari Idul Fitri 1 Syawal 1415 Hijriah, 3 Maret 1995. 

Dia juga dikenal cerdas dan enerjik.

Meskipun tomboi, namun Ibu Tien ternyata tetap memegang teguh adat istiadat Jawa sebagai kebudayaan leluhurnya.

Dia terus berkembang menjadi gadis mandiri dan dewasa hingga akhirnya bertemu dengan Pak Harto sebagai jodohnya.

Kisah cinta Ibu Tien dan Pak Harto sedikit berbeda dengan kisah cinta presiden Indonesia lainnya.

Ibu Tien dan Pak Harto terikat tali pernikahan melalui sebuah perjodohan.

Sebelumnya, mereka tidak saling mengenal dan hanya bertukar foto.

Keduanya kemudian menikah pada Minggu, 26 Desember 1947.

Walaupun pasangan ini ada karena perjodohan, namun nyatanya cinta mereka begitu kuat.

Ibu Tien sangat setia mendampingi Pak Harto baik ketika masih menjadi prajurit hingga menjadi presiden selama tiga dasa warsa.

Begitu pula dengan Pak Harto, cintanya juga begitu besar dan kuat pada Ibu Tien.

Sehingga sepeninggalan Ibu Tien, Pak Harto seperti kehilangan pijakan.

Kekuasaan dan kekuatannya di panggung politik semakin meredup.

Hingga akhirnya Pak Harto lengser dua tahun setelah meninggalnya Ibu Tien, tepat 20 tahun lalu dari hari ini, yaitu pada 28 April 1996.(*)

Editor: Wahid Nurdin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved