Ternyata Masih Ada 500 Dusun di Pamekasan Belum Teraliri Listrik

Sedang warga yang ingin menikmati aliran listrik, terpaksa menyambung ke dusun sebelah yang jaraknya sekitar 500 meter hingga 1 km.

Ternyata Masih Ada 500 Dusun di Pamekasan Belum Teraliri Listrik
surya/irwan syairwan
Sejumlah pekerja sedang membenahi menara SUTET di dekat gardu induk Boro, beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Surya,  Muchsin

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN – Ribuan warga di 500 dusun hingga kini belum mendapat aliran listrik PLN. Ribuan warga itu tersebar di Kecamatan Palengaan, Pakong, Waru, Pasean, dan Batumarmar.

Sedang warga yang ingin menikmati aliran listrik, terpaksa menyambung ke dusun sebelah yang jaraknya sekitar 500 meter hingga 1 km.

Penyambungan ini dilakukan dengan membentangkan kabel menggunakan penyanggah bambu.

Namun, tindakan nekat warga ini berisiko, karena dilakukan secara ilegal, selain itu lampunya redup dan sewaktu-waktu, jika kabel putus membahayakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Sumber Daya Alam (SDA), Pemkab Pamekasan, Basri Yulianto, Rabu (5/5/2016) mengakui 500 dusun belum teraliri listrik.

Menurutnya, data ini berdasarkan hasil pemetaan pihak SDA ke pelosok desa selama beberapa bulan.

Basri menuturkan, Pemkab menyiapkan program guna membantu mereka yang belum teraliri listrik, melibatkan dua satuan perangkat kerja daerah (SKPD), yakni bagian SDA dan badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa (Bapemas Pemdes).

Untuk SDA lewat program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sedang di Bapemmas Pemdes, upaya ini dilakukan melalui program pembangunan listrik masuk desa (PLMD).

Basri menambahkan, sesuai kewenangan dirinya, program PLTS di dusun-dusun yang belum teraliri listrik PLN akan dilakukan tahun ini. Kapan waktu pastinya belum bisa ditentukan.

“Kami akan memprioritaskan dusun dengan jumlah kepala keluarga (KK) yang lebih banyak dengan jarak rumah penduduknya berdekatan. Sementara KK yang lebih sedikit dengan jarak rumah penduduk berjauhan, mohon bersabar dulu,” kata Basri.(*)

Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved