Breaking News:

15 Siswa Terlibat Tawuran dan Pembacokan Warga Ditahan Polres Bantul

Personel Polsek Bantul, Polsek Pandak, dan Polsek Sanden, menangkap 15 siswa yang berkonvoi usai kelulusan namun merusak dan meneror warga.

TRIBUNJOGJA.COM | Gilang Rabbani
Johan Setiantasa (17) korban pembacokan tawuran antara SMA di depan Balai Desa Wijirejo, Pandak, Bantul, Sabtu (7/5/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Usman Hadi

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Puluhan pelajar konvoi usai kelulusan dan diketahui membawa senjata tajam dan meneror pengendara lain sudah diamankan Polsek Bantul, Polsek Pandak, dan Polsek Sanden.

Selanjutnya puluhan pelajar tersebut diserahkan ke Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

"Di Polsek Pandak ada dua pelajar yang berhasil kami amankan, keduanya sekarang sudah kami serahkan ke Polres Bantul untuk dilakukan proses penyelidikan," ujar Kapolsek Pandak, AKP S Parmin, Sabtu (7/5/2016).

Kedua pelajar tersebut berhasil diamankan Polsek Pandak di Lapangan Jodog. Mereka adalah siswa SMK Muhammadiyah III Yogyakarta (Morenza) yang tengah konvoi kelulusan ujian nasional di Bantul.

"Tadi keduanya kami amankan pukul 15.00 WIB," tambah dia.

Di tempat terpisah, setelah mengetahui adanya kericuhan konvoi kelulusan ujian nasional, Polsek Bantul langsung melakukan pengejaran.

Akhirnya Polsek Bantul berhasil mengamankan 15 pelajar beserta motor yang mereka pakai untuk konvoi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ke-15 siswa tersebut berasal dari Kota Yogyakarta, dan salah satunya masih berstatus pelajar SMP," ujar Humas Polsek Bantul, Aiptu Banaji.

Kini ke-15 siswa yang diamankan Polsek Bantul telah diserahkan ke Polres Bantul, guna proses penyelidikan.

"Tidak hanya dari Polsek Bantul yang diamankan di Polres, tapi ada juga yang dari Polsek Pandak dan Polsek Sanden," tambah dia.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved