Bentrok di Kebonharjo

Tembakan Gas Air Mata Jatuh di Bawah Jenazah, Pelayat Bubar Bacakan Surat Yasin

Saat membacakan Surat Yasin untuk almarhum Jamian, pelayat kocar-kacir lantaran satu peluru gas air mata jatuh di bawah keranda jenazah.

Tembakan Gas Air Mata Jatuh di Bawah Jenazah, Pelayat Bubar Bacakan Surat Yasin - keranda-mayat_20160519_161340.jpg
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Rumah duka Jamian di Kebonharjo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/5/2016). Ia meninggal terkena serangan jantung ketika warga Kebonharjo menolak rumah mereka digusur PT KAI Daop IV Semarang.
Tembakan Gas Air Mata Jatuh di Bawah Jenazah, Pelayat Bubar Bacakan Surat Yasin - bentrok-polisi-vs-warga-kebonharjo_20160519_124127.jpg
Tribun Jateng/Muh Radlis
Polisi bertameng dan berhelm bertahan menerima lemparan batu dan sabetan kayu dari warga Kebonharjo, Semarang, Kamis (19/5/2016), karena menolak rumahnya dieksekusi.
Tembakan Gas Air Mata Jatuh di Bawah Jenazah, Pelayat Bubar Bacakan Surat Yasin - bentrok-polisi-vs-warga-kebonharjo_20160519_124326.jpg
Tribun Jateng/Muh Radlis
Polisi bertameng dan berhelm bertahan menerima lemparan batu dan sabetan kayu dari warga Kebonharjo, Semarang, Kamis (19/5/2016), karena menolak rumahnya dieksekusi.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Dua peluru gas air mata masuk ke dalam rumah duka almarhum Jamian membuat warga Kebonharjo yang melayat lari kocar-kacir.

Warga yang melayat kebanyakan tinggal di Jalan Usman Janatin RT 01/10 Kampung Kebonharjo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kamis (19/05/2016) siang.

Jamian merupakan korban meninggal akibat ricuh antara warga Kebonharjo melawan aparat kepolisian yang mengamankan proses eksekusi rumah warga oleh PT KAI Daop IV Semarang.

Keluarga almarhum Jamian, Rani (30), menuturkan peluru gas mata tersebut menyasar saat warga sedang membacakan Surat Yasin untuk almarhum.

Saat kejadian berlangsung, keluarga beserta warga berlarian meninggalkan rumah duka. "Saya tidak bisa bilang, kejadian kacau saat itu," tutur Rani.

Ketua RT 01/10 Partono mengatakan peluru tersebut jatuh tepat di bawah jenazah dan atap rumah duka. Warga telah memperingatkan ada meninggal di daerah tersebut, namun aparat tidak peduli.

"Tembakan berasal dari pertigaan. Sudah diingatkan masih tetap ditembakkan. Yang berada di sini kena (tembakan gas air mata) semua," sambung Partono.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved