Breaking News:

Kantor PLN Wilayah I Sumut Dikepung Massa Serikat Pekerja Pembaca Meteran Listrik

Kantor PLN Wilayah I Sumatera Utara dikepung ratusan massa dari Serikat Pekerja Pembaca Meteran Listrik Sumatera Utara.

Tribun Medan/Array A Argus
Ratusan massa SP2MLSU mengepung kantor PLN Wilayah I Sumatera Utara. Mereka mendesak PLN mencabut sejumlah aturan menyangkut cater, Selasa (7/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah I Sumatera Utara di Jl KL Yos Sudarso, Medan Barat dikepung ratusan massa dari Serikat Pekerja Pembaca Meteran Listrik Sumatera Utara (SP2MLSU).

Mereka mendesak PLN untuk mengubah sistem kontrak yang selama ini diterapkan secara sepihak oleh PLN.

"Batalkan program baca 20 hari kerja, dengan jumlah rasio baca perpetugas antara 5600-5700 pelanggan. Aturan ini merupakan bentuk perbudakan di tubuh PLN," teriak massa aksi, Selasa (7/6/2016).

Menurut massa SP2MLSU, PLN juga harus memecat sejumlah vendor yang kerap membuat masalah dengan pekerja cater (pembaca meter) di Sumatera Utara. Selama ini, vendor-vendor yang ada terkesan mencari kesalahan pekerja cater.

"Pecat pegawai PLN yang bekerjasama dengan vendor jahat. Vendor-vendor jahat ini kerap disinyalir menerima suap," teriak massa aksi.

Dalam tuntutannya, massa cater ini juga mendesak PLN memberikan kesejahteraan kepada pekerja. Selama ini, PLN sama sekali tidak pernah memperhatikan nasib para cater.

"Kami sudah muak dengan aturan-aturan yang tidak jelas. Kami berharap PLN bisa memberikan hak-hak kami," teriak orator di atas mobil bak terbuka dengan pengeras suara. (ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array Anarcho
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved