Momentum Hari Raya Saraswati Semoga Tidak Ada Pemidanaan Terhadap Guru

Dengan momentum Hari Raya Saraswati atau turunnya Ilmu Pengetahuan, diharapkan peristiwa guru masuk tahanan tak lagi terjadi.

Momentum Hari Raya Saraswati Semoga Tidak Ada Pemidanaan Terhadap Guru
Ilustrasi guru mengajar 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Beberapa waktu belakangan kabar pemidanaan terhadap guru membuat sejumlah pihak tercengang.

Tenaga pendidik itu dipidana karena mencubit atau melakukan pendisiplinan terhadap anak didik.

Dengan momentum Hari Raya Saraswati atau turunnya Ilmu Pengetahuan, diharapkan peristiwa guru masuk tahanan tak lagi terjadi.

Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Maha Saraswati, I Made Legawa mengaku cukup miris melihat kejadian beberapa waktu belakangan ini.

Melalui momen hari turunnya Ilmu Pengetahuan ini, maka tidak akan terjadi hal tersebut. Sebab, momen hari raya ini bisa menjadi titik balik untuk menjadikan anak bangsa berdaya guna.

"Pastinya dengan perayaan ini, tidak akan ada lagi. Dan akan menjadi hari dimana setiap tenaga pendidik mengajar anak didiknya tidak masuk ke ranah hukum (dipenjara)," katanya, Sabtu (25/6/2016).

Dengan begitu, pencerdasan anak bangsa akan sesuai dengan kode etik guru, yang harus berbakti pada anak didik.

"Dan akan menjadi hari pencerahan. Kapan seorang guru itu akan mengajar dan kapan mendidik. Karena guru tidak hanya mengajar di kelas, tapi juga mendidik. Dan kita tidak perlu takut terhadap apa yang memang seharusnya kita lakukan sebagai seorang guru," kata dia. (ang)

Penulis: I Made Ardhiangga
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved