Menteri Jonan: Menara ATC Bandara Ngurah Rai Kalah Jangkung dari Bangunan Lain

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, menyindir menara pengendali lalu lintas udara Bandara Internasional Ngurah Rai kalah jangkung dari bangunan lain.

Menteri Jonan: Menara ATC Bandara Ngurah Rai Kalah Jangkung dari Bangunan Lain
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, mengecek unit mobil pemadam kebakaran Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (25/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, KUTA – Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, sempat menyoroti menara pengendali lalu lintas udara Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung, Bali.

Menurut Jonan, ketinggian ATC dianggap sudah sejajara bahkan kalah tinggi oleh bangunan-bangunan lain di sekitar bandara.

“Menara ATC Bandara Ngurah Rai mesti dimodifikasi, atau mungkin dipindah ke seberangnya dan diperbarui," ujar Jonan ketika inpeksi mendadak ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Sabtu (25/6/2016).

"Sekarang sudah kurang tinggi, karena bangunan terminal juga sudah melebihi menara ATC. Kalau menaranya lebih tinggi, maka pandangan petugas jadi lebih luas, sehingga tentu bisa mengawasi dan mengatur dengan lebih leluasa," beber Jonan.

Selain menara ATC, Jonan juga menyoroti kesiapan petugas pemadam kebakaran bandara. Ia sempat memasuki mobil pemadam kebakaran khusus bandara jenis Rosenbauer merek Striker F1.

Menurut General Manager Bandara Ngurah Rai, Trikora Harjo, mengatakan pihaknya bekerjasama dengan sejumlah instansi mendirikan posko monitoring terpadu untuk keamanan selama lebaran dan musim liburan sekolah.

Posko ini terdiri dari unsur Angkasa Pura I, Otoritas Bandara, Pangkalan TNI Angkatan Udara Ngurah Rai, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, AirNav, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Basarnas, Satpol PP dan Brimob Polda Bali. Jumlah total mencapai 1.500 personel.

Pihaknya telah membagi tugas para personel yang terlibat. Ia mencontohkan TNI AU, Aviation Security dan Polri bertugas di bagian terminal dan parker.

Sedangkan sebagian anggota lainnya bersama dengan TNI AD berpatroli di beberapa titik. Personel TNI AL dan Basarnas melakukan pengamanan di perairan sisi barat bandara.

"Kami meminimalkan hal-hal yang tidak kami inginkan. Atau mungkin ada infiltran ataupun orang-orang berniat jahat mengganggu operasional bandara, sehingga tahun ini kami siapkan TNI AL dan Basarnas untuk mengamankan dari sisi laut," kata Trikora.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jelas Trikora, jika di bandara-bandara lain lebih banyak diwarnai arus mudik Lebaran, di Bali lebih banyak diwarnai arus kedatangan wisatawan.

Menghadapi hal itu, enam maskapai penerbangan domestik dan internasional telah mengajukan total 161 jadwal penerbangan tambahan untuk melayani rute di sejumlah kota di tanah air dan rute internasional, yakni Kuala Lumpur dan Taipeh.

Penulis: I Made Ardhiangga
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved