Breaking News:

Hati-hati Penipuan Lowongan Pekerjaan Online, Sebulan 20 Laporan Masuk Polda Sulut

Kurang lebih sebulan terakhir, ada 20 laporan penipuan lowongan pekerjaan online di Sub Direktorat Cyber Crime Polda Sulut

Penulis: Fine Wolajan
Editor: Sugiyarto
Istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Kurang lebih sebulan terakhir, ada 20 laporan penipuan lowongan pekerjaan online di Sub Direktorat Cyber Crime, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Sulut.

Warga yang mengadu mengalami kasus yang sama yakni penipuan berkedok lowongan pekerjaan PT Angkasa Pura II.

Bripka Pyger Daromes, penyidik Sub Dit Cyber Crime mengatakan penipuan ini berkedok perusahan travel.

Para korban membayar uang tiket serta akomodasi lewat perusahaan travel yang tertera di pengumuman.

"Ini sebenarnya iklan travel, tapi mereka membuat seakan ini lowongan pekerjaan. Korban mengirim uang tiket serta akomodasi pada travel tersebut. Semua pelapor menyebut Edi Gunawan, nama yang sama," ujarnya saat diwawancarai Tribun Manado, Kamis (21/7).

Yang membuat korban semakin yakin yakni mereka dijanjikan ada penggantian uang kembali oleh PT Angkasa Pura II palsu.

Selain itu, mereka mendapat lowongan pekerjaan ini dari aplikasi android.

"Dijanjikan uang pengembalian tapi nanti di Jakarta. Sehingga korban harus bayar dulu."

"Mereka yakin karena lowongan ini didapat dari aplikasi android. Mereka mengirim uang Rp 7 - 10 juta," ucapnya.

Dikatakannya, para pelapor umumnya para sarjana usia produktif. Ada yang baru lulus ada pula yang sudah berpengalaman. Bahkan ada yang sudah umur 35 tahun.

"Mereka melapor dengan berbagai keluhan. Bahkan ada bapak-bapak umur 35 tahun."

"Katanya dia yakin bisa karena sebelumnya sudah pernah kerja di tempat mirip Angkasa Pura," ucapnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya sementara melidik berbagai laporan warga terkait penipuan online tersebut.

Kasus ini memang tak mudah dipecahkan, karena diduga jaringan pelaku yang besar.

"Ini jaringan besar di Jakarta. Sehingga kami harus berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri. Mereka juga susah ditelusuri karena pakai identitas sekali pakai. Berganti-ganti terus," ujarnya.

Sebenarnya, kata Bripka Pyger, lebih banyak warga yang menjadi korban. Namun mereka enggan melaporkan diri, karena malu.

"Mereka hanya sekadar beri tahu kami kalau tertipu dan meminta agar bisa mengungkap kasus ini," tuturnya.

Polda Sulut sendiri berupaya mengungkap berbagai laporan warga yang masuk.

Sekaligus melakukan upaya pencegahan dengan imbauan agar warga jangan mudan tertipu dengan lowongan online atau pun transaksi online.

"Waspada dengan penipuan online berkedok lowongan pekerjaan ini. Lihat dulu situsnya resmi atau tidak, jangan sampai sudah kirim uang duluan dan ternyata penipuan. Sekali lagi kami mengimbau hati-hati dengan transaksi online," pungkasnya. (fin)

Sumber: Tribun Manado
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved