Breaking News:

Pembongkaran Makam Keluarga Taumboy Diakhiri Ritual Adat Pemotongan Sapi

kerangka dipindahkan dan dimakamkan di pemakaman keluarga (kerkof keluarga) di Kampung Amasin, Desa Penfui Timur Kabupaten Kupang

POS KUPANG/YENI RAHMAWATI TOHRI
KERANGKA -Safety Manajemen System Section Head Bandara El Tari Kupang, Gabriel Keraf, melihat kerangka yang telah disusun rapi di dalan peti dan diberikan pakaian, Kamis (21/7/2016). 

Laporan wartawan Pos Kupang, Yenny Rahmawati Tohri

TRIBUNNEWS.COM,  KUPANG - Dua belas makam  keluarga Taumboy sudah selesai digali selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (21/7/2016).

Hari pertama dan kedua, keluarga menggali masing-masing dua makam, hari ketiga dan keempat masing-masing empat makam.

Jenazah yang sudah menjadi kerangka tersebut terdiri dari delapan laki-laki dan empat perempuan.

Kepala Suku Keluarga Taumboy, Thofilus Taumboy, didampingi Kepala SMS/SHE Angkasa Pura I Bandara El Tari-Kupang, Gabriel Keraf, kepada Pos Kupang, Kamis (21/7/2016), mengatakan, setelah pembongkaran dilakukan ritual adat.

Sebab, kerangka dipindahkan dan dimakamkan di pemakaman keluarga (kerkof keluarga) di Kampung Amasin, Desa Penfui Timur Kabupaten Kupang.

Sesudah pembongkaran akan digelar ritual adat dengan memotong seekor sapi di tempat pemakaman keluarga.

Saat pembongkaran dalam makam keluarga Taumboy, usia kuburan ada yang sudah berusia 96 tahun.

Dalam galian ditemukan uang perak mata uang belanda.

Bila perak yang ditemukan perak wilhelmini koningin menunjukkan bahwa kerangka tersebut perempuan.

Jika ditemukan uang wellem konongin maka itu kerangka laki-laki.

Inilah yang memudahkan keluarga membedakan laki-laki dan perempuan.

Selain itu ditemukan gelang perak, cincin Timor yang masih utuh dan berbentuk. (*)

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved