Seorang Guru di Pontianak Ditemukan Tewas Gantung Diri dengan Tali Ayunan

Hendry Bonardi (40) ditemukan dalam keadaan tergantung di tali ayunan keponakannya

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga Gang Sutra, Jl Tanjungpura, Kelurahan Benua Melayu Laut geger, lantaran ditemukan seorang pria bernama Hendry Bonardi (40) dalam keadaan tergantung di tali ayunan keponakannya di rumah No 3 Gang Sutra, Rabu (27/7/2016) sekitar pukul 17.15 WIB.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Ridho Hidayat mengungkapkan, berdasarkan Kartu Tanda Penduduk yang ditemukan, korban tercatat bekerja sebagai guru dan merupakan warga Gang Usaha 2 No 17 RT 004/ RW 006, Jl KH Wahid Hasyim, Kelurahan Sungai Jawi, Pontianak Kota.

"Korban pertama kali ditemukan oleh saksi, yakni ibu kandung korban, Mardiani Djunaidi (55) saat tiba ke rumah tersebut," ungkapnya, Rabu (27/7).

AKP Ridho memaparkan kronologis ditemukannya korban dalam keadaan tewas.

Menurut keterangan ibu korban kepada pihaknya, pada Rabu (27/7) pagi sekitar pukul 08.00, Mardiani keluar rumah dengan tujuan pergi mengasuh cucunya di Siantan.

Kegiatannya ini memang rutin dilakukannya setiap hari.

"Sebelum pergi, saksi Mardiani, atau ibu korban ini melihat korban masih tertidur di kamar."

"Namun saat tiba kembali di rumah sekitar pukul 17.15 WIB, ia sudah melihat Hendry dalam keadaan sudah tergantung tali warna biru di sengkang ventilasi di ruang tamu," paparnya.

Kapolsek menjelaskan, untuk sementara motif kejadian ini, korban diduga tewas karena menggantung diri, yang kuat dugaan disebabkan korban mengalami adanya gangguan atau kelainan kejiwaan.

"Atau stress, karena sering ditinggal oleh ibu kandung dan keluarganya, sementara ia di rumah sendirian."

"Setelah mendapatkan laporan, personil kami langsung menuju ke TKP. Korban dibawa ke RS Bhayangkara (Biddokkes) Polda Kalbar, untuk dilakukan visum," jelasnya.

Kapolsek menambahkan, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenasah Hendry.

"Karena keluarga sudah ikhlas atas meninggalnya korban. Kami selanjutnya membuatkan berita acara penolakan otopsi."

"Jenasah korban lalu diserahkan kepada pihak keluaga untuk disemayamkan," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved