Mayat Sukamto Ditemuka dalam Kondisi Kaki Terikat dan Mulut Tersumpal
Sukamto sendiri sehari-harinya bekerja menjaga warung yang berada tepat di seberang rumah tempat ia ditemukan tewas
Laporan Wartawan Warta Kota Banu Adikara
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Sukamto (47) ditemukan tewas di kolong meja sebuah rumah, di Jalan Raya Ki Hajar Dewantara, RT 06/001 No 08 , Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).
Sukamto ditemukan tewas dengan luka parah di bagian kepala pada Sabtu (6/8) pagi tadi.
Kuat dugaan, Sukamto tewas setelah dianiaya.
Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan ini.
Kapolsektro Ciputat, Komisaris Tatang Syarif mengatakan, Sukamto ditemukan dalam keadaan kaki terikat dan mulut tersumpal.
"Kakinya diikat rafia, mulut disumpal kain kaos putih. Bagian pinggang korban juga ada luka memar, " kata Tatang.
Saat ditanya apakah ada kemungkinan Sukamto merupakan korban perampokan, Tatang mengaku belum bisa memastikan.
"Sejauh ini belum ada laporan barang berharga yang hilang. Sementara ini dugaannya korban tewas karena penganiayaan, belum ditemukan adanya unsur perampokan, " kata Tatang.
Sukamto juga diketahui tinggal seorang diri di dalam rumah itu. Istri Sukamto sedang pulang ke kampung halamannya karena baru saja melahirkan.
Jenazah Sukamto sendiri pertama kali ditemukan oleh seorang pembantu rumah tangga bernama Asih (31).
Untuk diketahui, rumah yang ditempati Sukamto tersebut merupakan tempat penyimpanan minuman milik seorang wanita bernama Maria Ulfah.
Sukamto sendiri sehari-harinya bekerja menjaga warung yang berada tepat di seberang rumah tempat ia ditemukan tewas.
"Saksi Asih setiap hari bekerja di sana untuk bersih-bersih. Pagi tadi saat hendak bekerja, ia melihat ada ceceran darah di dalam rumah, " kata Tatang.
Karena ketakutan, Asih pun memberitahu Maria selaku pemilik rumah yang berdomisili di kawasan Cipayung, Ciputat, Kota Tangsel.
Maria pun lalu melaporkan kasus tersebut ke Polsektro Ciputat.