Negara Tetangga Ancam Kuasai Industri Obat Tradisional Indonesia

Malaysia juga sudah mulai banyak memroduksi obat tradisional berbasis tanaman yang diimpor dari indonesia

Negara Tetangga Ancam Kuasai Industri Obat Tradisional Indonesia
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG – Pemerintah harus memberikan perhatian khusus kepada industri obat tradisional di Indonesia sebab negara tetangga terdekat mengancam akan menguasai industri obat tradisional di Indonesia.

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengatakan, pesaing jelas adalah Cina jelas karena terkenal sejak dulu obat tradisonal diterima masyarakat.

"Di sana ada istilah peracik obat, tapi sebetulnya potensi di sana dan di kita sama-sama. Bahkan bahan bakunya di sana juga dipasok dari kita,” kata , kepada Tribun melalui sambungan telepon, Rabu (10/8/2016).

Selain itu, kata Acuviarta, Malaysia juga sudah mulai banyak memroduksi obat tradisional berbasis tanaman yang diimpor dari indonesia.

Minyak sawit misalnya,  produk turunannya itu ada yang bisa dijadikan obat tradisional dan itu banyak diproduksi di Malaysia.

“Jadi saya kira persoalan bahan baku ada, pasar ada, pemerintah tinggal memberikan insetif untuk industri berbasis pengolahan tadi karena akan mengembangkan ekonomi lokal dan nasional saja, tapi juga peningkatan ekspor dan kesejahteraan masyarakat,” kata Acuviarta.

Tak hanya insentif, Acuviarta, pemerintah juga harus mendukung industri obat tradisonal dengan memberikan bantuan penelitian atau riset agar hasilnya bisa diterima dunia medis.

Menurutnya, dengan begitu perkembangan perekonomian di Indonesia akan meningkat dengan adanya industri obat tradisional ini.

“Industri obat tradisional ini memiliki mata rantai yang panjang, mulai di tingkat pedesaan sampai internasional. Saya kira Indonesia terkendal dengan tropikal product. Tidak hanya bicara rotan dan kayu dan sebagainya, tapi bagaimana sumber natural itu bisa diolah obat tradisional dan yang paling utama didukung dari sisi riset dan pembiayaan,” kata Acuviarta. (cis)

Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved