Breaking News:

HUT Kemerdekaan RI

Memberi Makan Arwah Mengawali Perayaan HUT RI di Manggarai Flores

Setelah seremoni dari compang, dilanjutkan di dalam Aula Nucalele, Kantor Bupati Manggarai sebagai gendang (rumah adat) Manggarai.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ILUSTRASI - Warga Tengger berdoa di kawah Gunung Bromo saat upacara Kasada, Kamis (21/7). Upacara itu merupakan ritual warga Hindu suku Tengger sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Sang Hyang Widi. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan wartawan Pos Kupang, Eugenius Mo'a

TRIBUNNEWS.COM, RUTENG - Tradisi unik kembali digelar masyarakat Kabupaten Manggarai di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka menggelar ritual "teing hang coit gendang" atau memberi makan sekaligus minta izin membunyikan gendang kepada arwah leluhur sebelum mengawali aneka kegiatan untuk merayakan HUT kemerdekaan RI, Sabtu (13/8/2016) petang.

Seperti disaksikan Pos Kupang (Tribunnews.com network), pemberian makan bagi arwah leluhur dimulai dari compang (mesbah) pohon beringin di sebelah timur gerbang masuk kantor bupati Manggarai di Kota Ruteng.

Setelah seremoni dari compang, dilanjutkan di dalam Aula Nucalele, Kantor Bupati Manggarai sebagai gendang (rumah adat) Manggarai.

Sudah menjadi tradisi tahunan, empat hari jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, pemerintah bersama masyarakat Manggarai menggelar teing hang coit gendang.

Setelah ritual ini, semua gong gendang dari rumah adat diturunkan dan dibunyikan dengan pagelaran permainan caci yaitu tari perang dalam tradisi setempat. (*)

Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved