Waspada Terima Telepon dari Orang Mengaku Polisi, Bilang Anak Tersandung Narkoba
Ngatini tertipu oleh pria yang mengaku polisi dan mengatakan putra Ngatini tertangkap menggunakna narkoba.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muh Radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketika modus penipuan mama minta pulsa sudah mulai jarang terdengar, kali ini muncul lagi penipuan melalui telepon seluler dengan modus berbeda.
Korbannya adalah Ngatini (62), warga Kumudasmoro Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Uang tabungannya sebesar Rp 1 juta amblas setelah ditipu pria mengaku polisi di Polres Karanganyar.
Bermula saat Ngatini mendapat telepon dari seorang pria yang mengaku anggota polisi pada Jumat (26/8/2016) malam. Pria tersebut mengaku bernama Eko Supriyadi.
Dalam pembicaraan di telepon Eko mengatakan anak Ngatini ditangkap karena terlibat kasus narkoba dan saat ini diamankan di Polres Klaten.
"Dia mengaku anggota narkoba dari Polres Karanganyar, bilang kalau anak saya ditahan di Polres Klaten," cerita Ngatini kepada wartawan, Minggu (28/8/2016).
Pria tersebut meminta uang Rp 30 juta kepada Ngatini sebagai bayaran agar anaknya bisa dilepaskan.
Terlanjur bingung korban tidak menghubungi anaknya lebih dulu tapi langsung mentransfer Rp 1 juta ke rekening yang diberikan pria sebagai jaminan sisanya akan dibayarkan keesokan harinya.
Uang telah ditransfer, barulah Ngatini teringat untuk menghubungi anaknya. Saat ditelepon, anaknya yang bekerja di sebuah bank di Kota Semarang mengatakan tidak terlibat narkoba dan posisinya sedang di Kota Semarang.
"Anak saya ternyata di Semarang, tidak terlibat narkoba," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-kasus-penipuan-bukti-transfer_20160828_153842.jpg)