Senin, 4 Mei 2026

Pesan Berantai Tentang Murid Meracuni Guru Beredar di Kota Bandung, Begini Penjelasan Sekolah

Pesan berantai tentang murid meracuni guru di Kota Bandung beredar melalui pesan aplikasi WhatsApp, Senin (29/8/2016). Begini penjelasan sekolah.

Tayang:
Editor: Y Gustaman
Facebook
ILUSTRASI PESAN BERANTAI: Permintaan pengambilan foto Bupati dan Wakil Bupati Klaten harus membayar Rp 200 ribu beredar di jejaring sosial Facebook Info Klaten 2 pada Kamis (2/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pesan berantai tentang murid meracuni guru di Kota Bandung beredar melalui pesan aplikasi WhatsApp, Senin (29/8/2016).

"Lagi-lagi guru mendapat kekerasan di SD Andir Mukti, Bandung. Sorang murid kelas 6 SD tega meracuni guru dengan ethanol. Semoga pelakunya segera terungkap. Besok polisi akan ke SD Andir Mukti. Pihak sekolah segan karena anak tersebut keponakan kepala sekolah," demikian isi pesan tersebut yang ejaannya sudah dikoreksi agar mudah terbaca.

Penelusuran Tribun Jabar, sekolah tersebut berada di Jalan Sudirman BLK nomor 799, RT 6/6 Kelurahan Cijerah, Bandung Kulon, Kota Bandung.

Lokasi sekolah tersebut berada di tengah permukiman warga. Untuk menuju sekolah harus melalui Gang Mama Oto sekitar 50 meter.

Pantauan di lapangan, SD Andir mukti merupakan sekolah swasta. Bangunan sekolah itu terdiri dari dua lantai. Sekolah itu menjadi satu dengan MTS.

Kepala Sekolah SD Andir Mukti, Soleh Hidayat, membantah pesan berantai tersebut. Ia membenarkan jika seorang guru SD Andir Mukti mengalami keracunan setelah minum air.

"Guru kelas enam," kata Soleh kepada wartawan. Adapun nama guru itu Bayugi. 

Peristiwa itu sudah berlangsung lama. Ia menyebut, Bayugi keracunan pada Kamis 21 Juli 2016 sekitar 06.30 WIB. Saat itu ia minum air putih yang diambilkan muridnya, DS.

"Waktu itu kami sedang briefing soal kurikulum 2013. Tiba-tiba, Pak Bayugi mengalami keracunan," sambung Soleh.

Guru kelas enam itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Esoknya, Bayugi mengajar kembali meski kondisinya belum fit. Sementara ini Bayugi beristirahat di rumah.

"Sekarang Pak Bayugi tidak mengajar, masih dalam proses penyembuhan," kata Soleh.

Soleh mengatakan, murid yang mengambilkan air minum itu tak meracuni gurunya. Ia tak mengetahui penyebab pasti yang meracuni Bayugi.

"Saya tanya ke anak, dia pakai gelas yang biasa diminum Pak Bayugi. Kemudian dicucinya, baru diisi air," sambung Soleh.

Meski tak meracuni, orang tua DS sudah meminta maaf kepada Bayugi akibat peristiwa. Itu mengapa ia heran dengan adanya pesan berantai yang beredar. 

"Semuanya sudah beres," kata Soleh seraya menyebut, DS merupakan murid berkebutuhan khusus. "Pak Bayugi ini guru yang disukai muridnya, rasanya tak mungkin ada yang dendam," kata Soleh lagi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved