Polda Lampung Sita 300 Sak Pupuk Tak Sesuai Label, Distributor Jadi Tersangka

Polda Lampung menyita 300 sak pupuk merek Palmy produksi PT Cemerlang Duta Nusantara di Sidoarjo. Distributor jadi tersangka tapi tak ditahan.

Polda Lampung Sita 300 Sak Pupuk Tak Sesuai Label, Distributor Jadi Tersangka
Net
Ilustrasi pupuk.

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Polisi membongkar penyimpanan pupuk di sebuah gudang di Jalan Raya Lintas Liwa Suka Mulya, Desa Fajar Bulan, Way Tenong, Lampung Barat.

Subdit I Industri Perdagangan dan Investasi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung mengungkap kandungan pupuk organik jenis NPK 16 16 tersebut tak sesuai label kemasan.

Pejabat Sementara Kasubdit I AKBP Andy Siswantoro mengatakan, petugas menyita 300 sak pupuk merek Palmy produksi PT Cemerlang Duta Nusantara di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pupuk tersebut komposisi unsur haranya tidak sesuai label. "Setelah kami teliti di laboratorium, unsur hara NPK nya hanya 0,01 persen. Jauh di bawah standar," ujar Andy, Senin, (29/8/2016).

Penyidik menetapkan distributor pupuk berinisial US sebagai tersangka. Namun penyidik tidak menahannya karena kooperatif.

"Tersangka tidak ditahan karena kooperatif dan tidak akan menghilangkan barang bukti," ujar Andy.

Tersangka US ditunjuk oleh produsen PT Cemerlang Duta Nusantara untuk menjadi distributor pupuk merek Palmy di wilayah Lampung Barat sejak 2004.

Hasil keterangan sementara, US menjual pupuk nonsubsidi kepada para petani di wilayah Lampung Barat. Harga jual ke petani sebesar Rp 250 ribu per sak.

Sementara US membeli sebesar Rp 175 ribu per sak pupuk dari produsen. Petani sangat dirugikan dengan pupuk Palmy milik US karena unsur haranya hanya 0,01 persen dari seharusnya 16 persen.

Polisi menjerat US pasal 60 ayat (1) dan atau ayat (2) huruf f jo pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. US terancam pidana paling lama lima tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 250 juta.

Penulis: Wakos Reza Gautama
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved