Minggu, 12 April 2026

Kasatpol PP Gowa Dilaporkan Karena Merusak Museum Balla Lompoa

Andi Hasanuddin, mengutuk keras orang-orang yang membuka paksa pintu masuk di Museum Balla Lompoa.

Editor: Wahid Nurdin
handover/tribun timur
Tim yang masuk kedalam Balla Lompoa pada Rabu (7/9) hingga Kamis (8/9/2016) dini hari. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Wa Ode Nurmin

TRIBUNNEWS.COM, SUNGGUMINASA - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa, Alimuddin Tiro, dilaporkan ke Polres Gowa atas dugaan perusakan yang dilakukan secara bersama-sama pintu Istana Balla Lompoa, Kamis (8/9/2016).

Laporan itu dilayangkan seorang keluarga kerajaan Gowa, Didis Abdi Abubaeda.

Dalam jumpa pers yang digelar di kediaman Andi Massuale Patta Ago, Jl. Istana Balla Lompoa, juru bicara Kerajaan Gowa, Andi Hasanuddin, mengutuk keras orang-orang yang membuka paksa pintu masuk di Museum Balla Lompoa.

“Kami sudah laporkan Alimuddin Tiro dengan tuduhan pengurusakan secara bersama-sama. Mereka membuka paksa pintu bahkan membawa gurinda untuk membuka brankas,” katanya.

Malam sebelumnya, Rabu (7/9), tim yang terdiri dari Kepala Inspektorat Gowa, Chairil Natsir, Kasatpol PP Alimuddin Tiro, anggota DPRD Gowa Yusuf Harun, Pasi Intel Kodim Lettu Arm Santoso dan sejumlah anggota polisi.

Tim memasuki kamar tempat disimpan brankas benda pusaka dengan membawa satu mesin alat gurinda kemudian mengecek kondisi brankas yang terbuat dari besi baja namun setelah memeriksa kondisi brankas tersebut, kasatpol memutuskan untuk tidak melanjutkan.
   
Sekitar pukul 00.50 wita tim melanjutkan rencanamembuka dengan membawa tukang / teknisi. Pukul 01.00 wita Kasatpol kembali meninggalkan Museum Balla Lompoa setelah yang ketiga kalinya mencoba membuka namun tidak bisa.

Dari informasi, tukang las tersebut mengaku ragu dan takut untuk membuka brankas karena khawatir  akan mendapat musibah

Kunci brankas penyimpanan benda pusaka memang dipegang oleh Kepala Museum Balla Lompoa, Andi Maknum Bau Tayang yang merupakan sepupu dari Andi Maddusila.

Sementara Alimuddin Tiro yang dikonfirmasi mengaku jika tujuan kedatangan mereka di Museum Balla Lompoa adalah untuk mengecek barang-barang inventaris milik Pemkab Gowa.

“Itu kan bangunan milik Pemkab Gowa, aset daerah. jadi kita hanya mengecek barang inventaris didalam,” ujarnya.

Dia juga mengaku sempat akan membuka brankas dengan menggunakan gurinda namun karena melihat brankas itu terkunci, dia mengurungkan niat.

“Ini mi saya heran, kenapa bisa ada kunci lain. Padahal itu milik pemerintah,”.

Terkait dirinya yang dilapor, Alimuddin mempersilahkan pihak Kerajaan Gowa melapor. Namun yang pasti masuknya tim kedalam Balla Lompoa sudah disepakati dari beberapa pihak yang ikut dalam pengecekan tersebut.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved