Rabu, 8 April 2026

Diduga Kesal Dengan Kekasihnya, Yanti Nekat Gantung Diri

Saat itu, Ari yang biasa mengecek penghuni kamar kost milik orang tua itu merasa curiga lantaran korban tak kunjung menjawab ketika di panggil.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Wahid Nurdin
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Petugas idenfikasi yang membawa jasad korban Yanti yang ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya Jalan Orde Baru RT 27/02, Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning, Palembang, Jumat (16/9/2016). 

Laporan Sriwijaya Post, Welly Hadinata

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Diduga kesal dengan kelakuan sang kekasih, Yanti (22), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar kostnya di kawasan Jalan Orde Baru RT 27/02, Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning, Palembang, Jumat (16/9/2016).

Jasad korban pertama kali ditemukan tergantung dengan kain, oleh anak pemilik kost yang diketahui bernama Ari.

Saat itu, Ari yang biasa mengecek penghuni kamar kost milik orang tua itu merasa curiga lantaran korban tak kunjung menjawab ketika di panggil.

"Padahal saya baru saja melihat dia (korban) masuk kamarnya. Saya memang biasa mengecek setiap kamar kost," katanya.

Atas dasar kecurigaan itulah Ari pun memutuskan untuk mengintip dari ventilasi kamar kost tersebut. Namun, betapa terkejutnya dia saat melihat korban sudah tergantung di ruang tamu kamar kost tersebut.

"Saya langsung beri tahu warga dan lapor ke polisi," ungkapnya.

Sementara itu, Eko (22) pacar korban langsung datang ke lokasi setelah mendapatkan kabar jika korban meninggal dunia.

"Saya baru dapat kabar. Saya tidak tahu kenapa dia nekat gantung diri. Memang sebelumnya ketemu dan dia marah-marah karena tidak ditelpon. Setelah itu saya tinggalkan rumah kosnya dan dia masuk ke dalam kamar," ujarnya.

Mendapatkan laporan adanya warga yang tewas diduga gantung diri, petugas Satreskrim dan Idenfikasi Polresta Palembang langsung meluncur ke lokasi.

Petugas langsung melakukan olah TKP dan idenfikasi terhadap jasad korban untuk menyelidiki penyebab kematian korban.

"Belum ditemukan tanda kekerasan ditubuh korban. Namun untuk lebih jelasnya, korban kita bawa ke RSMH
untuk dilakukan visum," kata Kepala SPKT Polresta Palembang, Iptu Cek Mantri.(Welly Hadinata)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved