Selasa, 7 April 2026

Dua Pengendara Motor Tewas Terpanggang Setelah Terseret Puluhan Meter

Dua pengendara motor tewas terpanggang api di Jalan A Yani, Sabtu (8/10/2016) dini hari.

Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Kondisi korban sebelum dievakuasi ke kamar mayat RS Dr Soetomo, Sabtu (8/10/2016) dini hari. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Dua pengendara motor tewas terpanggang api di Jalan A Yani, Sabtu (8/10/2016) dini hari.

Dua korban meninggal dunia sudah dibawa ke kamar mayat RS Dr Soetomo.

Satu korban diketahui bernama Imam Saradan. Satu korban lain belum diketahui identitasnya.

Hingga kini keluarga korban belum terlihat di RS Dr Soetomo.

Kedua korban tewas terpanggang di Jalan A Yani terseret sejauh 24 meter sebelum meninggal.

Seretan dua motor inilah yang diduga menimbulkan percikan api.

Kanitlaka Polrestabes Surabaya, AKP Enny Prihatin mengatakan kecelakaan itu melibatkan motor Satria nopol L 3732 HL kontra motor Vixion nopol AE 4914 CK.

Motor Satria dikemudikan pengemudi tewas yang belum diketahui identitasnya. Sedangkan motor Vixion dikemudikan Imam dengan penumpang Junaidi (19).

Menurutnya, motor yang dikemudikan Mr X melaju dari Jalan Margorejo menuju Wonokromo. Saat tiba di Jalan A Yani, motor yang dikemudikan Imam melaju dari selatan menuju utara. Dua motor ini bertabrakan di Jalan A Yani.

"Dua motor ini terjatuh dan saling menempel. Kedua korban ikut terseret sejauh 24 meter," kata Enny.

Terseretnya dua motor ini menimbulkan percikan api. Korban tidak bisa menyelamatkan diri dari kepungan api sehingga meninggal.

Sedangkan Junaidi selamat karena terpental. Saat ini Junaidi masih menjalani pemeriksaan di Unitlaka. Sedangkan kedua jenazah korban dibawa ke kamar mayat RS Dr Soetomo.

Enny menambahkan pihaknya masih menggali informasi lain terkait kecelakaan tersebut. Pihaknya akan memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sekitat lokasi.

"Identitas Mr X masih dilacak melalui identitas motornya," tambahnya.

Pantauan di kamar mayat RS Dr Soetomo, belum terlihat keluarga korban. Hanya petugas Linmas dan PMI yang masih stand by di kamar mayat. Petugas masih koordinasi untuk menghubungi keluarga korban.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved