Polisi Pengguna Uang Palsu Sasar Warung Kecil di Gunungkidul

Polisi menyaru jadi penjahat? Tak terhitung, Kompol Maryadi misalnya. Ia kedapatan meggunakan dan menyimpan uang palsu alias upal.

Polisi Pengguna Uang Palsu Sasar Warung Kecil di Gunungkidul
Dokumentasi Tribun Jateng
Ilustrasi uang palsu. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polisi menyaru jadi penjahat? Tak terhitung, Kompol Maryadi misalnya. Ia kedapatan meggunakan dan menyimpan uang palsu alias upal.

Anggota Direktorat Sabhara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta ini tertangkap saat membelanjakan upal di sebuah warung di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul.

"Kemudian pemilik warung menyadarinya dan kemudian mengejarnya. Dia juga berkoordinasi dengan Polsek setempat dan langsung kita gerebeg pada Selasa kemarin," ujar Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priambodo di Polda DIY, Rabu (19/10/2016).

Hasil penggeledahan polisi menemukan palsu Rp 54 juta tersimpan di mobil serta rumahnya. Turut disita  barang bukti lainnya seperti puluhan bungkus rokok, minuman hingga senjata api.

"Jadi modusnya, uang dibelanjakan untuk mendapat uang asli. Dia menggunakan uang Rp 100 ribu untuk minuman dan rokok lalu dapat kembalian uang asli," jelas Mustijat.

Mengenai sumber upal tersangka mendapatkannya dari sesorang di daerah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, seusai transaksi jual beli kayu.

"Dia sempat mengaku enggak tahu (uang palsu), tapi kita tidak percaya begitu saja dan kita masih mendalami lebih lanjut," sambung Mustijat.

Penulis: Khaerur Reza
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved