Jumat, 10 April 2026

Dituduh Selingkuhi Istri Orang, Anton Dikeroyok Dua Temannya

Terbakar api cemburu, ED dan EI tega menyayat kaki teman mereka sendiri, Anton (36). Korban pun dirawat ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Editor: Y Gustaman
net/google
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Eko Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Terbakar api cemburu, ED dan EI tega menyayat kaki teman mereka sendiri, Anton (36). Korban pun dirawat ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Mulanya, Anton pulang ke kontrakannya di kompleks pertokoan Regency Park, Blok 4 No 53, Batam, Kepulauan Riau.

"Saya baru saja pulang ke rumah. Kemudian saya setel musik. Sekitar pukul 02.30 WIB, tiba-tiba datang mereka menggedor pintu kosan. Setelah saya buka, dia langsung mengomel sama saya," cerita Anton saat ditemui di rumah sakit, Kamis (27/10/2016).

Sekitar sebulan terakhir hubungan antara mereka renggang. Anton dituding membawa kabur istri EO. Anton membantah dan memastikan istri EO sudah di kampungnya, Sumatera Barat.

"Dia datang bersama EI. Lalu dia marah-marah sama saya. Begitu juga EI. Saya bilang sama EI urusan saya sama ED bukan sama EI," sambung Anton.

Suara gaduh tersebut terdengar sampai lantai satu. EI lalu menegur Anton agar tidak berteriak seperti itu. Setelah itu, EI dan ED mengeroyok Anton di dalam kamar.

"Gue sudah bilang, slow bro jangan pakai kekerasan, tapi dia mulai duluan, kaki gua disayat pakai pisau, gue sempat mengelak lalu terkena kaki sebelah kanan gue," sebut Anton lagi.

Anton mulai melawan, satu lawan dua dan akhirnya Anton terperanjak di sudut ruangan. Salah satu dari mereka mengarahkan pisau ke perut Anton tapi dipegangnya. Terjadilah perebutan pisau dan dimenangkan oleh ED.

Kaki sebelah kanan Anton di angkat oleh salah satu pelaku dan kemudian disayat menggunakan pisau.

"Di sana saya enggak bisa ngapa-ngapain lagi. Tangan saya juga disayat, urat di atas pergelangan tangan saya putus," sebut dia.

Dengan darah berkucuran dari kaki dan tanganya, Anton berlari ke tangga untuk meminta bantuan. Di tangga kedua ia bertemu seseorang temannya. Dikira maling Anton mendapat pukulan dari warga.

"Dia bilang saya maling, padahal saya kenal dengan warga itu. Saya enggak urus, lalu saya turun ke bawah dan ketemu satpam," sambung dia.

Saat bertemu satpam kedua pelaku langsung kabur meninggalkan TKP. "Memang saat itu saya juga teriak minta tolong. Mungkin para pelaku takut masa sudah ramai, makanya kabur," terang Anton lagi.

Anton tiba di Rumah Sakit Budi Kemulian sekitar pukul 03.20 WIB. Pihak medis menyarankan agar tangan korban di operasi karena salah satu urat tanganya terputus karena disayat pelaku.

"Saya sudah tandatangani tidak mau dioperasi. Karena tidak ada biaya. Saya orang susah. Biar saja rawat dirumah," sebut Anton.

Saat ini, korban masih mengurus proses administrasi di rumah sakit untuk kepulangan dirinya. Ia berharap, kedua pelaku bisa segera ditangkap supaya dirinya aman berada di rumah.

"Saya sudah buat laporan ke Lubuk Baja, semoga pelaku cepat ketangkap," beber dia.

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved