Breaking News:

Kandas di Pelabuhan Tarakan, KM Lambelu Akhirnya Beroperasi Kembali

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersama otoritas Pelabuhan Tarakan berhasil membebaskan KM Lambelu

TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Penumpang KM Lambelu yang berangkat dari Balikpapan tiba di Pelabuhan penumpang Soekarno Hatta, Makassar, Sulsel 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersama otoritas Pelabuhan Tarakan berhasil membebaskan KM Lambelu yang kandas di Perairan Tarakan Rabu (26/10/2016) pukul 15.15 waktu setempat.

Setelah terbebas dari Kandas kapal bersandar di Pelabuhan Tarakan untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Jumat (28/10/2016). Hasil pemeriksaan BKI tidak ada kerusakan dan kapal laik laut, dapat beroperasi. "Alhamdulillah tidak ada kerusakan dan kapal dinyatakan laik laut."

Tim BKI melakukan pemeriksaan KM Lambelu sejak pagi hingga malam. "Sekitar pukul 20.00 pemeriksaan menyeluruh Selesai. Pukul 00.15 kapal segera berangkat menuju Nunukan dilanjutkan ke Toli-Toli-Pare-Pare-Makassar dan ke Kupang sesuai rute kapal."

"Dengan demikian KM. Lambelu telah kembali melayani masyarakat untuk bertransportasi kapal laut bersama Pelni. Kejadian ini menjadi evaluasi, khususnya bagi Pelni untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam rangka meningkatkan pelayanan," kata Manager Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT. Pelni Akhmad Sudjadi dalam keterangan tertulisnya..

Tidak ada korban dalam peristiwa kandasnya kapal ini dan semua penumpang kapal kandas tersebut telah diselamatkan. Pelni sangat memperhatikan pelayanan. Mulai evakuasi, mengantar penumpang, pindah kapal hingga makan semua ditanggung PT. Pelni.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan, KM. Lambelu menghindari tubrukan dengan TB (tug boat) yang menarik TK (tongkang) dengan mengambil haluan ke kiri yang harusnya ke kanan, sementara di kanan ada kapal MV. SEA OVAL yang sedang berlabuh, kembali lagi haluan ke kiri terhalang dengan TB akhirnya pada pukul 02:53 kandas pada posisi yang belum diketahui apakah pasir atau karang.

Tanggal 23 sd 25 evakuasi penumpang. Tanggal 26 Oktober kapal berhasil bebas dari kandas. Tanggal 27 dilakukan penyelaman. Tanggal 28 pemeriksaan oleh BKI dan tanggal 29 Oktober 2016 berangkat ke Nunukan dan akan berangkat kembali ke rutenya.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved