Narkoba Picu Bunuh Diri Sekeluarga, 'Ini Semua karena Pebuatan Istriku'

Sang istri dianggap tak bakal becus merawat kedua anaknya secara baik. Begitu juga mertua dan orangtuanya.

dokumen
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG -- Peristiwa memilukan terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Seorang ayah, David Nugroho (30), mengajak dua anaknya bunuh diri menggunakan cairan pembasmi serangga. Nyawa Aura Safia Nugraha (7), anak pertama David tak dapat diselamatkan, sedangkan Junior (3) dan ayahnya, menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelum nekat bunuh diri pada sekira pukul 04.30 WIB, Selasa (8/11), David menulis sebuah surat. Dalam surat yang ditemukan dalam kamar David itu terungkap kekecewaan serta kekesalan dirinya terhadap tingkah laku istrinya.

Oleh karena itu ia berniat mengakhiri hidup. Namun ia menyatakan tak akan bunuh diri sendirian. David mengajak kedua anaknya. Alasannya, khawatir terhadap nasib sang anak selepas kepergiannya.

Sang istri dianggap tak bakal becus merawat kedua anaknya secara baik. Begitu juga mertua dan orangtuanya.

Dalam surat tersebut disebut juga nama beberapa orang yang dianggapnya bertanggungjawab atas karut marut keluarganya. Mereka itu ditulis sebagai sindikat penyalahguna narkotika jenis sabu yang memengaruhi istrinya hingga melupakan keluarga.

"Ini semua karena perbuatan istriku, Dian Kumala Dewi, yang diperbudak sama Piping, untuk mendapatkan sabu-sabu. Karena sabu-sabu, Dian lebih mikirin takut sama Piping, Lia, Arda, Rendy, dan Heru, bandar yang menyuplai sabu-sabu sama Dian," ujar David dalam surat yang ditulis di sebuah buku itu.

Aksi bunuh diri itu tak pelak menghebohkan warga kawasan Jomblang Perbalan, Kelurahan Candi, Kecamatan Candsari, Kota Semarang. Di kamar kedua (tengah), peristiwa naas itu terjadi.

Setelah menikahi Dian Kumala Dewi, David tinggal serumah bersama orangtuanya, Royan dan Fatmayah. Royan bekerja sebagai sopir seperti halnya David.

Saat kejadian Royan sedang berpergian ke luar kota. Sedangkan Fatmayah berada di rumah. Pagi itu Royan yang baru tiba setelah bekerja dari luar kota langsung berteriak histeris. Beberapa tetangga membopongnya ke dalam rumah sambil menenangkan.

Fatmaya saat itu juga syok. Dalam kamar terlihat Aura Safia Nugraha (7), siswi SDN 03 Candi, tergeletak bersama David dan Junior. Aura meninggal dunia di tengah perjalanan menuju rumah sakit. Sedang Junior Ronald Nugroho (3) beserta ayahnya dirawat intensif di RS Roemani Semarang.

Ketika ditemukan, tiga korban dalam kondisi kejang-kejang dan mulut berbusa. Saat itu kamar dalam kondisi terkunci dan diganjal lemari. Warga akhirnya memanjat menggunakan tangga lantaran plafon kamar sebagian belum tertutup.

"Selama ini David yang bekerja sebagai sopir barang, sangat sayang kepada anaknya. David juga ramah dan sering bertutur sapa dengan tetangga. Saya tak mengira David tega meracuni kedua anaknya dan nekat bunuh diri. Istrinya David pergi entah ke mana. Hubungan mereka sepertinya kurang harmonis," terang Rowiyan, warga setempat. (tribunjateng/put)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved