Memburu Jaringan Teroris Santoso

Anak Buah Santoso yang Tewas Ditembak Bernama Suharyono, Ada Tato Gambar Wanita di Punggungnya

Jenazah salah satu anak buah kelompok Santoso yang tewas saat kontak tembak di Dusun Kuala Air sudah dievakuasi.

Anak Buah Santoso yang Tewas Ditembak Bernama Suharyono, Ada Tato Gambar Wanita di Punggungnya
PENGKOSTRAD
Umi Delima, istri kedua Santoso alias Abu Wardah, saat ditangkap di wilayah pegunungan Tambarana, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jenazah salah satu anak buah kelompok Santoso yang tewas saat kontak tembak di Dusun Kuala Air Teh Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Poso, Jumat (11/11/2016) sudah berhasil dievakuasi ke RS Bhayangkara Palu.

Kapolda Sulteng, Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan kemarin malam jenazah sudah bisa dilaksanakan evakuasi dari Desa Salubanga.

"Pukul 00.45 Wita jenazah tiba di Polsek Sausu Polres Parimo. Pukul 04.15 Wita, jenazah tiba di RS Bhayangkara Palu dan langsung diidentifikasi," kata jenderal bintang satu itu.

Hasil pengenalan fisik dari jenazah yakni muka bulat, rambut keriting dan ada tanda khusus yaitu dua tato gambar wanita di punggung dan satu tato di kaki.

"Kami juga sudah menunjukkan foto wajah dan tato ke pihak keluarga, dan diyakini itu adalah Suharyono alias Yono sayur alias Pak Hiban," tegas Rudy.

Rudy menambahkan Suharyono merupakan satu dari 10 DPO kelompok Santoso yang tersisa. Suharyono juga adalah pelaku aksi terorisme.

Dia adalah pengendara motor yang memboncengkan pelaku penembakan pada Kapolres Poso tahun 2016 lalu.

Satgas Tinombala terus menggempur sisa-sisa anak buah kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.

Kamis (10/11/2016) pukul 14.50 Wita, terjadi kontak tembak antara Satgas Tinombala dengan dua orang tidak dikenal, diduga kelompok Santoso.

Kontak tembak terjadi saat Satgas tengah melakukan penyisiran di Dusun Kuala Air Teh, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Poso.

Lalu pukul 13.00 Wita, Satgas melihat dua orang tidak dikenal membawa parang dan menggunakan topi koboi warna coklat yang diduga mencari bahan makanan di kebun milik warga.

Kemudian Tim melakukan tembakan peringatan tapi kedua orang itu malah melarikan diri kearah barat daya. Selanjutnya dilakukan pengejaran terhadap mereka.

Keduanya malah melempar bom lontong ke arah petugas. Petugas membalas dengan tembakan dan mengakibatkan satu orang meninggal di lokasi kejadian. Satu lagi kabur ke arah barat daya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved