Kakek di Ponorogo Ini Melawan dengan Bom Molotov Ketika Tokonya Akan Dieksekusi Pengadilan

"Kalau saya bakar dan bunuh, saya tidak akan lari. Yang penting saya jangan berbenturan dengan aparat. Saya mati pun sekarang rela"

Kakek di Ponorogo Ini Melawan dengan Bom Molotov Ketika Tokonya Akan Dieksekusi Pengadilan
KOMPAS IMAGES
Pemilik toko, Silly Suryono mengenakan baju putih nampak emosi setelah tim eksekusi Pengadilan Negeri Ponorogo mengeluarkan barang-barangnya dari toko di Jalan Gatot Koco,Kelurahan Brotonegaran, Kota Ponorogo, Selasa ( 15 / 11 / 2016) 

Sebelum pelaksanaan eksekusi, kata Sunarti, pengadilan sudah memberikan teguran kepada tergugat. Namun, yang bersangkutan tidak mengindahkan.

Ia menyebutkan, pemohon bersedia diajak berdamai, tetapi tergugat tidak mau menepati janjinya sehingga terjadilah eksekusi hari ini.

"Intinya eksekusi berawal dari persoalan utang-piutang, kemudian jaminannya sudah dilelang sama KPKNL. Pemenang lelangnya Bambang Setiawan dengan nilai lelang Rp 102 juta," kata dia.

Kepala Bidang Pelelangan Bank Danamon Wilayah Madiun, Nganjuk, Ponorogo, Heru Setiawan membantah bila Bank Danamon tidak memberitahukan peminjam saat hendak melelang jaminannya.

"Tidak mungkinlah kami tidak memberitahukan. Yang jelas pihak KPKNL, kalau mau lelang tanpa ada pemberitahuan kepada peminjam, juga tidak akan lelang," kata Heru.

Ia menegaskan bahwa sebelum melelang jaminan, Bank Danamon selalu melalui prosedur. Sebelum lelang, bank memberitahukan kepada peminjam tentang waktu dan tempat pelelangan jaminan.

"Bahkan satu hari sebelum lelang kami bisa menerima untuk pelunasannya," kata Heru.
Penulis
: Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved