Warga Bandung Tersandung Hukum Gara-gara Sebarkan Ujaran Kebencian

Gara-gara mengunggah status di Facebook, MZ (33), warga Kecamatan Batununggal, dicokok polisi. Ia disangka menebar ujaran kebencian.

Warga Bandung Tersandung Hukum Gara-gara Sebarkan Ujaran Kebencian
mashable.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Gara-gara mengunggah status di Facebook, MZ (33), warga Kecamatan Batununggal, dicokok polisi. Ia disangka menebar ujaran kebencian.

MZ ditangkap personel Satreskrim Polrestabes Bandung di kediamannya pada Kamis (8/12/2016). Statusnya di media sosial mengundang reaksi negatif para netizen.

"Yang bersangkutan membuat status yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan pada Rabu 7 Desember 2016," kata Kapolestabes Bandung, Kombes Winarto, di Polrestabes Bandung, Jumat (9/12/2016).

Penangkapan MZ berawal dari laporan masyarakat soal akun Facebook yang menghina suatu agama. Personel Satreskrim Polrestabes Bandung lalu menelusuri akun Facebook tersebut.

"Status tersangka di media sosial menghina suatu agama yang bisa memancing reaksi masyarakat baik individu maupun kelompok," sambung Winarto.

Berdasarkan hasil penelusuran, pengunggah status memang warga Kota Bandung. Lantas personel Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap tersangka.

"Yang bersangkutan kini ditahan di Polrestabes Bandung. Ia dikenakan pasal 45 ayat 2 Jo pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE," kata Winarto.

MZ sengaja menulis status tersebut, tapi tak menyangka mendapatkan reaksi negatif netizen. Ia baru pertama kali menulis status yang dianggap menebar kebencian atau permusuhan.

"Ini karena ketidaktahuan saya jadi seperti ini. Saya melakukan sendiri saja. Saya tidak ada tujuan apa-apa," kata MZ singkat. 

Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved