Pesawat TNI Jatuh

Lanud Soewondo Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Korban Hercules

Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Pnb Arifien menyampaikan rasa duka cita yang mendalam terhadap insiden jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik TNI AU.

Lanud Soewondo Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Korban Hercules
Tribun Medan/Array A Argus
Personel TNI AU Lanud Soewondo saat melepas jenazah Kapten Pnb, Jan Hotlan Parlin Saragih. Pelepasan jenazah diiringi penabuhan drum dan peniupan terompet, Senin (19/12/2016). TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Pnb Arifien menyampaikan rasa duka cita yang mendalam terhadap insiden jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik TNI AU di Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya.

Dalam peristiwa ini, 13 orang meninggal dunia termasuk Kapten Pnb, Jan Hotlan Parlin Saragih, warga Simalungun, Sumatera Utara.

"Setiap personel yang gugur dalam tugasnya, kami selalu mengibarkan bendera setengah tiang. Apalagi, korban ini adalah perwira menengah," kata Arifien, Senin (19/12/2016).

Namun, Arifien tak bisa memastikan sampai kapan bendera setengah tiang itu dikibarkan. Mereka tetap menunggu arahan dari Mabes TNI AU.

"Kalau sampai kapan, itu kita menunggu arahan saja. Namun, ini bentuk penghormatan kami terhadap anggota yang gugur saat mengemban tugas," katanya.

Sebelum tewas terjatuh saat menumpangi pesawat Hercules C-130, Kapten JH Saragih bertugas sebagai penerbang di Skuadron 32 Malang.

Selama mengabdi, Kapten JH termasuk perwira yang disiplin.

Saat pemberangkatan jenazah, personel TNI AU menabuhkan drum dan meniup terompet.

Mereka mengiringi jenazah dengan karangan bunga, dan menutup peti jenazah dengan bendera merah putih. (ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array Anarcho
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved