Penangkapan Terduga Teroris

Politikus Gerindra: Densus 88 Harus Diawasi dan Keuangannya Diaudit

Komisi III DPR-RI meminta pemerintah mengawasi Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Termasuk mengaudit keuangan dan aliran dana ke Densus 88.

Politikus Gerindra: Densus 88 Harus Diawasi dan Keuangannya Diaudit
Tribun Medan/Nikson Sihombing
Anggota Komisi III DPR-RI, H R Muhammad Syafi'i, akrab disapa Romo, menyebut penanganan teroris tidak hanya tugas polisi. Semua pihak harus dilibatkan dalam penanganannya saat ditemui di rumah aspirasi H R Muhammad Syafi'i Center, Senin (26/12/2016) sore. TRIBUN MEDAN/NIKSON SIHOMBING 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Komisi III DPR-RI meminta pemerintah mengawasi Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Termasuk mengaudit keuangan dan aliran dana ke Densus 88.

"Beberapa kasus menyangkut terorisme ditangani dengan tidak sesuai SOP. Sehingga perlu rasanya, Densus ini diawasi," kata anggota Komisi III DPR-RI, H.R Muhammad Syafi'i atau akrab disapa Romo, Senin (26/12/2016) sore.

Romo mengatakan, sudah saatnya PPATK turun tangan mengaudit keuangan Densus 88. Apakah dana yang selama ini ada benar-benar digunakan dengan baik atau tidak.

Baca: Komentari Kasus Eko Patrio, Politikus Gerindra: Kapolri Teror Rakyat Sendiri

Baca: Romo: Isu Teroris Bikin Sesama Pemeluk Agama Mudah Dipecah Belah

Baca: Komisi III Pastikan TNI Ikut Tangani Kasus Terorisme

"Kenapa Densus harus diawasi? Contohnya persoalan salah tangkap yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Ini kan merupakan bentuk kelalaian," kata Romo.

Apalagi, belakangan ini Densus 88 kerap menembak mati terduga teroris tanpa memeriksa terlebih dahulu. Dikhawatirkan, orang yang ditembak mati itu belum tentu bersalah atau terlibat kasus terorisme.

"Selama ini polisi tunggal yang selalu membuat narasinya. Bahwa orang yang ditembak adalah jaringan ini, jaringan itu tanpa benar-benar mengungkap latar belakang yang ditembak itu," ungkap Romo.

Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved