Dua Korban Tewas Korban Tabrakan Speedboat Dibawa Kembali ke Pulau Seraya

Dua orang korban yang meninggal dalam musibah laka laut di perairan Pulau Seraya rencananya akan dijemput pihak keluarga dan dibawa ke Pulau Seraya.

Dua Korban Tewas Korban Tabrakan Speedboat Dibawa Kembali ke Pulau Seraya
Tribun Batam/Eko Setiawan
Dua penumpang kapal pancung tewas setelah kapal ditabrak speedboat di kawasan Pulau Seraya, Sekupang, Batam, Kamis (13/1/2017) sekitar pukul 18.00 WIB. Keduanya tewas karena kepalanya pecah. TRIBUN BATAM/EKO SETIAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Eko Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dua orang korban yang meninggal dalam musibah laka laut di perairan Pulau Seraya rencananya akan dijemput pihak keluarga dan dibawa kembali ke Pulau Seraya.

"Rencananya malam ini juga mereka akan kita bawa ke Pulau Seraya," kata Hamdan, Ketua RT 02 Pulau Seraya, Kecamatan Sekupang, Batam ditemui di kamar mayat RSBP, Sekupang Batam, Jumat (13/1/2017) malam.

Sementara itu, dua orang yakni tekong kapal yang bernama Rahman masih sekarat di ruang ICU RSBP dan Feby korban yang masih berumur 1,5 tahun dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batam.

"Yang kecil tadi sudah dibawa ke RSAB, kalau Pak Rahman masih disini, dia masih dirawat. Sementara korban yang lain sudah diperbolehkan pulang," kata dia.

Warga dan kerabat korban sejauh ini masih bersiap-siap untuk melakukan penjemputan para korban yang meninggal. Sejauh ini mereka masih mengurus administrasi untuk pemulangan.

Diberitakan sebelumnya, dua penumpang kapal pancung tewas setelah kapal ditabrak speedboat di kawasan Pulau Seraya, Sekupang, Batam, Kamis (13/1/2017) sekitar pukul 18.00 WIB.

Keduanya tewas karena kepalanya pecah. Saat ini kedua jenazah korban masih berada di RSBP Sekupang Batam.

Lim, Ketua RW Pulau Seraya yang ditemui di RSBP Batam mengatakan, saat kejadian delapan orang warganya ini hendak pergi ke Sekupang untuk berobat.

Setiba di tengah jalan, entah dari mana speedboat datang dan menabrak pancung yang mereka tumpangi.

Mereka menabrak tepat di bagian mesin dan masuk ke lambung pancung sehingga membuat pancung tersebut pecah.

"Dua orang meninggal, enam anggota keluarganya yang lain masih dirawat di rumah sakit," kata Lim.

Sejauh ini, kerabat dan sanak keluarga korban masih berada di RSBP Batam.

Mereka yang penasaran datang langsung ke rumah sakit untuk memastikan informasi tersebut. (Koe)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved